Nama Vincent dan Desta Terseret Kasus Asusila Hasyim Asy'ari, Terungkap Ini Peran Mereka - DEMOCRAZY News
HUKUM

Nama Vincent dan Desta Terseret Kasus Asusila Hasyim Asy'ari, Terungkap Ini Peran Mereka

DEMOCRAZY.ID
Juli 06, 2024
0 Komentar
Beranda
HUKUM
Nama Vincent dan Desta Terseret Kasus Asusila Hasyim Asy'ari, Terungkap Ini Peran Mereka



DEMOCRAZY.ID - Presenter Vincent dan Desta namanya ikut terseret dalam kasus asusila yang menimpa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari.


Diketahui, Hasyim Asy'ari terseret kasus dugaan tindakan asusia terhadap PPLN Den Haag, berinisial CAT.


Nama Vincent dan Desta ikut terbawa setelah pernyataan dari Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), J Kristiadi di sidang pemaparan di kantor DKPP RI.


Ia mengatakan bahwa Hasyim Asy'ari meminta sebuah video ucapan dari Vincent, Desta dan Boiyen.


Namun video ucapan tersebut bukan dikirimkam langsung ke Hasyim Asy'ari melainkan melalyi CAT.


Hal itu diungkap oleh anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos di siang sebelumnya saat dipanggil oleh DKPP.


Atas hal tersebut, Desta pun sempat dipanggil oleh Dewan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Mei lalu.


Namun mantan suami Natasha Rizky itu tidak hadie dan diwakilkan oleh orang lain.


"Desta gak datang, diwakili, saya gak bisa sebut namanya," ungkap Aristo Pangaribuan saat itu.


Terseretnya kasus asusila itu, Hasyim Asy'ari justru membantah semua yang dituduhkan kepadanya.


"Saya bantah, karena apa? Memang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Jadi ada poin-poin atau ada sekian banyak pokok-pokok persoalan yang dituduhkan kepada saya semuanya saya bantah."


"Bukan karena sekedar saya mau membantah karena memang faktanya tidak demikian," ujar Hasyim Asy'ari.


"Sehingga ketika saya kepada publik kan kesannya kemudian saya sudah dikepung sana sini. Bahkan ada media yang secara khusus melakukan reportase atau liputan pemberitaan itu secara khusus. Ini yang saya kira penting untuk saya sampaikan," sambungnya.


Diberitakan sebelumnya, CAT ketar-ketir ketakutan lantaran alami ganggung kesehatan setelah berhubungan badan dengan Ketia KPU Hasyim Asy'ari.


Diketahui anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda, CAT mengungkapkan pengakuan Hasyim Asy'ari.


CAT mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah berhubungan badan dengan Hasyim Asy'ari.


Hal tersebut terungkap saat sidang putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).


Dalam penuturannya, CAT mengalami gangguan kesehatan fisik seminggu setelah berhubungan badan dengan Ketua KPU itu.


Ia pun memeriksaan dirinya ke dokter atas apa yang dialaminya itu.


"Hasil konsultasi dengan dokter menunjukkan agar dilakukan pemeriksaan lanjutan bersama antara Pengadu dan Teradu," kata Anggota Majelis Sidang DKPP, Ratna Dewi Petalollo dikutip Jumat (5/7/2024).


Pada 31 Oktober CAT menghubungi Hasyim untuk mengajak melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai yang disarankan oleh dokter.


"Kemudian Teradu menjawab, ‘iya, siap sayang’. Selanjutnya, Teradu mengirimkan hasil pemeriksaan kesehatan Teradu yang dilakukan di Indonesia disertai dengan caption semoga kita sehat selalu," jelasnya.


Di persidangan tersebut, Ketua KPU itu mengakui bahwa kata kita dalam pesan tersebut adalah benar antara dirinya dan CAT.


"Berdasarkan uraian fakta-fakta tersebut, DKPP menilai telah terjadi hubungan badan antara teradu dengan pengadu pada tanggal 3 Oktober 2023 sesuai dengan bukti P15A, P15B, P15C, P16, P20, dan P21," lanjutnya.


Diberitakan sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap untuk Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari terkait kasus dugaan asusila. 


"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy'ari selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum RI terhitung putusan ini dibacakan," kata Ketua DKPP RI Heddy Lugito dalam sidang pembacaan putusan di Kantor DKPP RI, Jakarta.


Selain itu, DKPP RI mengabulkan pengaduan pengadu seluruhnya, dan meminta Presiden RI Joko Widodo untuk mengganti Hasyim dalam kurun waktu 7 hari sejak putusan dibacakan.


"Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan," ujarnya.


Terakhir, DKPP RI meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI untuk mengawasi pelaksanaan putusan tersebut.


Hasyim Asy'ari disebut melakukan hubungan badan dengan Panitia Pemilihan luar Negeri (PPLN) saat bertugas di Amsterdam, Belanda.


Fakta tersebut terungkap dalam sidang putusan etik yang digelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.


Kejadian itu berlangsung saat Hasyim bertugas sebagai Ketua KPU RI di Amsterdam, Belanda.


Ia mengajak korban, CAT, yang merupakan PPLN Den Hag untuk mendatangi hotel.


Keduanya berbincang sampai akhirnya Hasyim mengajak CAT untuk berhubungan badan dalam pertemuan di Hotel Van der Valk, Amsterdam, Belanda. 


Pada awalnya CAT menolak namun Hasyim tetap memaksa CAT untuk melakukan hubungan badan yang pada akhirnya terjadi hubungan badan.


“Pengadu kemudian datang ke kamar teradu dan berbincang-bincang di ruang tamu kamar teradu. Dalam perbincangan tersebut, teradu merayu dan membujuk pengadu untuk melakukan hubungan badan,” kata majelis hakim Ratna Dewi Pettalolo saat membaca putusan di ruang sidang.


“Pada awalnya, pengadu terus menolak, namun teradu tetap memaksa pengadu untuk melakukan hubungan badan. Pada akhirnya hubungan badan itu terjadi,” sambungnya.


Sidang Putusan Nomor Perkara 90-PKE-DKPP/V/2024 tersebut dimulai pukul 14.10 WIB, dan dibuka oleh Ketua DKPP RI Heddy Lugito.


Adapun Hasyim hadir secara daring dalam persidangan tersebut melalui aplikasi telekonferensi Zoom.


"Dengan ini saya menyatakan dibuka, dan terbuka untuk umum," kata Heddy membuka sidang.


Sumber: TvOne

Penulis blog