Menko Muhadjir: Naikkan UKT Jangan ke Mahasiswa Yang Sudah Jalan Kuliah, Tapi ke Maba - DEMOCRAZY News
EDUKASI EKBIS

Menko Muhadjir: Naikkan UKT Jangan ke Mahasiswa Yang Sudah Jalan Kuliah, Tapi ke Maba

DEMOCRAZY.ID
Juli 02, 2024
0 Komentar
Beranda
EDUKASI
EKBIS
Menko Muhadjir: Naikkan UKT Jangan ke Mahasiswa Yang Sudah Jalan Kuliah, Tapi ke Maba

Menko Muhadjir: Naikkan UKT Jangan ke Mahasiswa Yang Sudah Jalan Kuliah, Tapi ke Maba


DEMOCRAZY.ID - Eks Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, meminta agar perguruan tinggi tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.


Ia menyarankan, jika kampus ingin menaikkan UKT, sebaiknya dilakukan kepada mahasiswa baru dan setelah itu tidak ada lagi kenaikan.


Hal itu disampaikan dia dalam RDPU Panja Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR RI dengan tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/7).


"Dan saya kemarin sampaikan misalnya, naikkan biaya itu jangan serta merta. Jadi naikkanlah kepada maba saja, dan itu jangan naik sampai nanti selesai dia, sehingga orang tua punya kepastian. Kalau yang lama biar selesai sampai selesai," kata Muhadjir.


Dalam raker dengan DPR pada 21 Mei lalu, Mendikbud Nadiem Makarim juga menegaskan bahwa kenaikan UKT hanya untuk mahasiswa baru.


"Peraturan UKT baru ini, hanya berlaku kepada mahasiswa baru. Tidak berlaku untuk mahasiswa yang sudah belajar di perguruan tinggi," kata Nadiem kala itu.


Namun karena banyaknya protes, kenaikan UKT untuk tahun ini ditunda.


Perguruan Tinggi Swasta Bisa Tarik Dana Lewat Wisuda


Muhadjir yang juga Menko PMK itu menyarankan para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk mencari keuntungan dengan menerapkan tarif tinggi dalam seremonial wisuda.


Muhadjir menilai, orang tua mahasiswa tidak akan keberatan dan rela untuk membayar biaya yang tinggi untuk wisuda anaknya.


“Wisuda itu tarik yang tinggi karena enggak ada orang akan protes walaupun mahal. Karena waktu saat gembira anaknya mau wisuda bayar berapa pun dikasih,” ujarnya.


“Kalau perlu biar satu truk keluarganya akan datang enggak apa-apa, tapi harus beli undangan,” sambungnya.


Di sisi lain, Muhadjir menyarankan pimpinan PTS agar tidak menaikkan biaya-biaya pendidikan ketika situasi ekonomi tak kondusif.


Ia pun menyinggung kebijakan kenaikan UKT beberapa waktu lalu yang menuai banyak protes dari berbagai pihak.


“Ketika orang sedang gajinya sudah telat anunya naik pasti lah protes itu. Jadi menurut saya juga momentum kurang pas makanya saya sempat kritik itu,” tandas dia.


Sumber: Kumparan

Penulis blog