Takut Perang, 550.000 Warga Israel 'Kabur' ke Luar Negeri & Tak Mau Kembali - DEMOCRAZY News
GLOBAL

Takut Perang, 550.000 Warga Israel 'Kabur' ke Luar Negeri & Tak Mau Kembali

DEMOCRAZY.ID
Juni 25, 2024
0 Komentar
Beranda
GLOBAL
Takut Perang, 550.000 Warga Israel 'Kabur' ke Luar Negeri & Tak Mau Kembali

Takut Perang, 550.000 Warga Israel 'Kabur' ke Luar Negeri & Tak Mau Kembali


DEMOCRAZY.ID - Lebih dari setengah juta warga Israel kini meninggalkan negaranya dan tidak kembali. Ini berlangsung selama enam bulan pertama perang Israel dan Hamas pecah di Gaza.


Mengutip Anadolu Agency yang melansir Times of Israel, Selasa (25/6/2024), data didapat dari badan resmi, Otoritas Kependudukan Israel. 


Setidaknya sejak Oktober 2023, kala perang pecah, ada 550.000 warga yang pergi hingga April 2024.


Dikatakan awalnya migrasi itu adalah "pelarian sementara" warga Israel selama perang atau kemungkinan kesulitan teknis untuk kembali. Tapi kini, hal itu menjadi tren permanen alias migrasi tetap.


Kepergian warga ini bisa terjadi dengan mudah di Israel karena kebanyakan masyarakat memiliki kewarganegaraan ganda. Mereka memiliki setidaknya satu kewarganegaraan lain selain kewarganegaraan Israel.


Biro Pusat Statistik Israel mencatat populasi Israel mencapai 9,9 juta jiwa, hingga April. 


Ini juga termasuk lebih dari 2 juta warga Palestina, 400.000 warga Palestina di Yerusalem Timur, dan 20.000 warga Suriah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.


Perang Gaza sendiri sudah terjadi delapan bulan. Saat ini lebih dari 37.500 warga Palestina terbunuh di daerah kantong itu, di mana sebagian besar anak-anak dan wanita.


Sebanyak 86.000 warga lain terluka. Sementara sebagian besar wilayah Gaza hancur, blokade juga dilakukan tentara Israel ke makanan, air bersih, dan obat-obatan warga.


Israel mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera. 


Israel juga tak mengindahkan keputusan Mahkamah Internasional, yang memerintahkannya untuk segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang.


Sumber: CNBC

Penulis blog