Habib Bahar Murka ke Rhoma Irama Perkara Nasab, Gus Baha Beri Tanggapan Ini - DEMOCRAZY News
AGAMA

Habib Bahar Murka ke Rhoma Irama Perkara Nasab, Gus Baha Beri Tanggapan Ini

DEMOCRAZY.ID
Juni 21, 2024
0 Komentar
Beranda
AGAMA
Habib Bahar Murka ke Rhoma Irama Perkara Nasab, Gus Baha Beri Tanggapan Ini

Habib Bahar Murka ke Rhoma Irama Perkara Nasab, Gus Baha Beri Tanggapan Ini


DEMOCRAZY.ID - Video Habib Bahar bin Smith tak terima dengan ucapan Rhoma Irama tengah ramai jadi perbincangan di media sosial.


Saat ceramah, Habib Bahar bin Smith nampak tak terima saat nasabnya disinggung sebagai ajaran yang salah.


Habib Bahar membahas soal pernyataan keturunan habib bisa masuk surga, meski melakukan maksiat.


Dengan tegas Habib Bahar bin Smith meminta jemaahnya untuk tidak percaya dengan pernyataan Rhoma Irama.


“Nah Rhoma Irama mau bikin fitnah, apa fitnahnya? Doktrin Ba'Alawi, doktrin habaib, ada habib mabuk, berbuat dosa, judi itu masuk surga," sambungnya.


Perihal nasab Rasulullah SAW, sosok Gus Baha rupanya pernah membahas hal tersebut.


KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menegaskan bahwa seseorang yang memiliki keturunan Rasulullah SAW atau habib sudah pasti baik.


“Itu dzurriyah Rasul, nahi munkar (melarang orang berbuat jahat) pasti baik," kata Gus Baha.


Gus Baha yang merupakan Kyai muda NU mengatakan bahwa para Habib memiliki tujuan yang sama untuk membela Islam dengan cara yang berbeda.


Ia lantas meminta agar masyarakat bisa menilai seseorang sesuai latar belakang dan tidak menimbulkan kontroversi.


"Saya ingin, yang ngaji sama saya itu, kalau Anda ittiba' sama habaib, ya bandingannya dengan habaib," pesan Gus Baha.


Kemudian, pendakwah asal Rembang, Jawa Tengah ini menceritakan sebuah kisah tentang seorang Sayyid alim namun diragukan garis keturunannya karena penampilannya.


“Ada seorang Sayyid alim allamah, itu diragukan inti saab Rasulullah SAW. Sayyid tadi kemudian nantang untuk bertemu Kanjeng Nabi,” kata Gus Baha.


Singkat cerita, mereka datang ke Madinah. Setelah datang ke Madinah, rombongan tersebut mengalami kejadian bermimpi bertemu Rasulullah SAW.


Dalam mimpi, mereka bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Apakah betul Sayyid ini adalah cucu engkau, wahai Nabi?”


Kemudian Nabi SAW menjawab, “Sekarang anak ini sudah bertemu bapaknya, sudah bertemu asal usulnya,”


Jawaban Rasulullah SAW ini tercantum dalam shalawat yang dipopulerkan oleh Habib Syech Abdul Qadir Assegaf.


Tertulis dialog peziarah dengan Nabi Muhammad SAW, ketika orang-orang bertanya pada kami,


“Apa yang kamu bawa pulang setelah menziarahi makam Nabi SAW?” Wahai hamba yang paling mulia dari semua umat manusia, apa yang akan kami jawab?”


Katakanlah: “Kami datang kembali dengan membawa segala kebaikan, Dan telah bertemu dari generasi yang lalu dan yang sekarang.”


Lalu, Gus Baha menjelaskan, bahwa asal-usul seseorang disebut Habib karena dua sebab.


“Ada karena batas syarifah, ada sisi kemuliaan gen Nabi, itu para habaib,” tentang Gus Baha.


Kemudian ada nasab yang karena sebab, melalui ilmu atau mewarisi teladan dan sunnah Rasulullah SAW. 


“Terus ada nasab yang karena sebab kaya ilmu, kaya niru sunnah Rasulullah,” sambungnya.


Nasab yang ada karena sebab ini, tentu jumlahnya lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan jalur nasab gen atau dzat karena kebanyakan orang tidak mewarisi gen habaib.


Meski begitu, orang-orang yang tidak bernasab ini bisa meniru Rasulullah SAW dengan perantara ilmu dan perilaku yang baik.


Gus Baha lalu mengutip sebuah hadis, yang berbunyi,


“Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari Kiamat kecuali sebabku dan nasabku.”


Maka dari itu bisa disimpulkan bahwasanya untuk menyambung nasab Nabi Muhammad SAW, bisa melalui dua jalur, yaitu gen atau lewat meneladani keilmuan dan perilaku Nabi Muhammad SAW.


Disisi lain, Gus Baha pernah membahas soal fatwa seorang kyai yang tidak mengizinkan santrinya datang ke seorang pedangdut yang memberi tausiyah.


"Suatu saat ada penyanyi dangdut top terkenal di Indonesia. Ada kyai, 'kalau kamu datangi dia pas main dangdut, pasti saya beri izin. Tapi kalau datangi dia pas pengajian, kamu tak larang'," ungkap Gus Baha.


Menurut Gus Baha, jika seorang penyanyi tak pernah ngaji, namun berbicara soal agama itu berbahaya. 


"Kalau seorang penyanyi tak pernah ngaji, kemudian ngomong agama itu potensinya sesat dan menyesatkan. Tapi kalau dia sedang nyanyi dangdut, (ya tidak apa-apa)," pungkasnya.


Sumber: TvOne

Penulis blog