Eks Menteri Jokowi Tuding Target IKN Tak Realistis & Terlalu Ambisius! - DEMOCRAZY News
EKBIS POLITIK

Eks Menteri Jokowi Tuding Target IKN Tak Realistis & Terlalu Ambisius!

DEMOCRAZY.ID
Juni 18, 2024
0 Komentar
Beranda
EKBIS
POLITIK
Eks Menteri Jokowi Tuding Target IKN Tak Realistis & Terlalu Ambisius!

Eks Menteri Jokowi Tuding Target IKN Tak Realistis & Terlalu Ambisius!


DEMOCRAZY.ID - Pengunduran diri kepala dan wakil kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe, baru-baru ini menjadi sorotan publik. 


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas 2014-2015 Andrinof Chaniago memiliki analisis di balik hal tersebut.


"Proyek ini menjadi berat karena ada target jangka pendek yang terlalu besar. Banyak hal yang harus disiapkan dalam waktu singkat, seperti tempat upacara, kantor untuk presiden, wakil presiden, dan beberapa menteri," jelas Andrinof dalam Focus On Infra CNBC Indonesia, dikutip Senin (17/6/2024).


Andrinof juga menyoroti beban tambahan yang harus dipikul oleh para pejabat IKN. Misalnya, meluasnya misi dan fungsi IKN menjadi kawasan bisnis.


Dengan target itu, maka OIKN sejatinya harus mencari investor kelas dunia. Padahal, pasar untuk proyek ini belum tentu menarik bagi investor besar.


"Walaupun sempat dikasih angin surga ini katanya mau punya Rp1.000 triliun, tapi yang enggak mungkin itu. Itu yang enggak realistisnya di situ," kata dia.


Menurutnya, target-target yang ditetapkan terlalu ambisius. Padahal, perencanaan IKN adalah jangka panjang hingga 2045 dan dilakukan bertahap.


Lebih lanjut, ke depannya dia menyarankan agar konsep pembangunan IKN ditinjau kembali, terutama dalam hal penyelesaian masalah tanah dan penyiapan area bisnis yang lebih realistis.


"Konsep pembangunan harus diakomodir dengan baik, mungkin perlu dicari jalan tengah dan area bisnis yang lebih realistis untuk para pelaku usaha," pungkasnya.


Keamanan dan Lokasi IKN Diragukan, Hanya 2 Jam Disebut Bisa Diinvasi Asing


Peneliti Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan menyebut lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai berbahaya dari segi keamanan. Sebab, bisa dengan mudah dijajaki negara lain. 


Ia menyebut pernah membahas masalah keamanan dengan mantan pejabat TNI. IKN, menurutnya, bisa diinvasi hanya dengan waktu dua jam.


“(Dia bilang) karena itu (IKN) kalau posisi di situ, dua jam itu asing bisa invasi ke tempat kita itu,” kata Syahganda dalam acara Crosscheck Face to Face by Medcom.id, Minggu, 16 Juni 2024.


Syahganda menjelaskan Jakarta merupakan wilayah paling aman dari segi militer di Indonesia untuk jadi ibu kota negara. Dia membahas sejarah Sultan Agung dalam peperangan.


Menurutnya, pasukan asing sebelumnya kewalahan mencari persembunyian Sultan Agung di Batavia yang saat ini bernama Jakarta. Sebab, banyaknya pohon jati yang tumbuh di wilayah Jawa.


“Kalau di Jawa ini kan kita memang dari dulu misalkan pohon-pohon jati ya, di sepanjang Jawa Tengah, Jawa Barat, itu pohon jati gunanya apa? Itu kan gunanya untuk ketika militer kita misalkan dikepung di Jakarta, di Batavia, belajar dari kekalahan Sultan Agung dulu itu larinya ke situ, kita punya tempat persembunyian, tetap melawan gerilya karena kan sistem perang kita gerilya,” ucap Syahganda.


Meski begitu, dia mengaku senang dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mau pindah ke IKN pada Juli 2024. Meskipun, penerusnya yakni Prabowo Subianto diyakini tidak mau mengikuti arahan tersebut.


“Jadi, kalau misalkan Pak Jokowi mau pindah bilang Juli mau ke sana, kan dia sudah bilang berkali-kali bulan Juli kan, saya bilang ya bagus saja Pak Jokowi duluan pindah, gitu loh. Tapi, menurut saya Prabowo tidak akan pindah,” tutur Syahganda.


Terjawab Sudah Kenapa Investor Asing Ogah Masuk IKN di Kaltim, Pengamat: Ada yang Salah dari Awal!


Terjawab sudah kenapa investor asing ogah masuk IKN di Kaltim? pengamat sebut ada yang salah sejak awal.


Hingga saat ini, belum ada satupun penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.


Padahal pemerintah melalui Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sempat menyebut sudah ada modal asing sebesar Rp 50 triliun.


Dan belakangan, pernyataan tersebut dikoreksi dan dipastikan belum ada PMA yang masuk ke IKN.


Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) melihat bahwa dari sejak awal pemerintah sudah salah membangun komunikasi.


Menurut Piter, pemindahan Ibu Kota bukan untuk mengejar investasi di pusat kota pemerintahan melainkan di kawasan sekitar IKN.


“IKN itu kan memang bukan ladang investasi harusnya yang dikomunikasikan itu sejak awal, kita ini mau bangun kota yang diharapkan ada investasi bukan di IKN tapi sekitarnya,” ucapnya kepada Tribun, Kamis (13/6/2024).


Dia menyampaikan bahwa IKN memiliki potensi investasi yang sangat besar untuk dikembangkan tetapi bukan hanya di satu titik.


Investor akan lebih tertarik melakukan investasi apabila apa yang direncanakan pemerintah sudah berwujud.


Sehingga jangan dibalik presepsi dari investor menanamkan modalnya.


“Ibaratnya begini apabila ada sebuah mall mau dibangun namun pembangunannya belum jadi, apakah orang-orang mau membangun lapaknya di situ kan enggak,” ujar Piter.


“Minimal gedungnya jadi dulu, kalau tidak mana mau,” tambahnya.


Dia menegaskan seharusnya menyampaikan bahwa pembangunan IKN ini secara bertahap.


Penting agar pemerintah mengevaluasi komunikasi bahwa percepatan investasi bukan hanya terkonsentrasi di IKN.


Akan tetapi modal asing itu harus masuk kepada Provinsi Kalimantan secara menyeluruh utamanya Kaimantan Timur.


“Itu menurus saya yang harus disampaikan pemerintah agar modal asing itu masuk,” ungkapnya.


Dosen Perbanas Institute Itu memandang terhambatnya investor luar negeri bukan karena menunggu kabinet pemerintahan baru.


Sebab IKN jelas bukan tujuan investasi, dia adalah sebuah kota, bukan pabrik.


“Yang harus didorong adalah investasi di kota-kota sekitar IKN yang seharusnya direncanakan menjadi pusat industri baru.. Seperti Balikpapan dan Samarinda,” pungkasnya.


Sumber: CNBC

Penulis blog