Daftar Nama Menteri Jokowi Dititip ke Prabowo-Gibran, Dinilai Paling Berjasa - DEMOCRAZY News
POLITIK

Daftar Nama Menteri Jokowi Dititip ke Prabowo-Gibran, Dinilai Paling Berjasa

DEMOCRAZY.ID
Juni 19, 2024
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Daftar Nama Menteri Jokowi Dititip ke Prabowo-Gibran, Dinilai Paling Berjasa

Daftar Nama Menteri Jokowi Dititip ke Prabowo-Gibran, Dinilai Paling Berjasa


DEMOCRAZY.ID - Presiden Jokowi dikabarkan sudah menitipkan empat anggotanya untuk masuk ke kabinet Prabowo-Gibran.


Sebelumnya, Jokowi diisukan dilibatkan untuk ikut menentukan kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.


Kabar Jokowi menitipkan empat anak buah disampaikan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.


Sampai saat ini Presiden terpilih Prabowo Subianto belum mengumumkan komposisi kabinet.


Prabowo Subianto juga dikabarkan akan membentuk kabinet yang berisi 40 kementrian.


Menurut Refly Harun, empat orang tersebut disodorkan lantaran banyak berjasa terhadap kepentingan Jokowi.


Refly Harun, mengungkap desas-desus yang menyebut Jokowi tengah mengupayakan agar empat pembantunya di Kabinet Indonesia Maju masuk ke kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.


Nama-nama tersebut, mulai dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


 "Jokowi konon meng-endorse empat orang untuk jadi menteri. Konon ya.


Dia ingin pertahankan Bahlil yang banyak jasanya dalam tanda kutip, Erick Thohir yang banyak jasanya dalam tanda kutip, Listyo Sigit yang banyak jasanya dalam tanda kutip, dan Pratikno yang banyak jasanya dalam tanda kutip," ujar Refly dalam program Gaspol Kompas.com sebagaimana dilansir YouTube Kompas.com, Sabtu (18/5/2024).


"Ini kan orang-orang yang berjasa semua dalam menjaga kekuasaan Jokowi, termasuk juga dalam pemenangan (Pilpres 2024) ya. Itu sudah rahasia umum," lanjutnya.


Jika dugaan tersebut benar, menurut Refly, hal ini menunjukkan minimnya peran Gibran, yang merupakan putra sulung Jokowi, dalam kabinet mendatang.


"Keyakinan kita kalau dia dorong empat empatnya, let's say seandainya benar. Itu menunjukkan bahwa ya memang Jokowi negosiasinya.


Gibran enggak ada," katanya. Refly pun menyoroti sejumlah kesempatan ketika Prabowo tidak mengajak Gibran di beberapa agenda penting setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih 2024-2029.


Misalnya, saat Prabowo berkunjung ke China bertemu Presiden Xi Jinping.


Prabowo juga tak didampingi Gibran saat berkunjung ke Nasdem Tower untuk menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, juga saat bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu.


Menurut Refly, momen-momen tersebut menunjukkan manuver politik Prabowo setelah pilpres.


"Nah, dari situ menunjukkan bahwa Prabowo tidak melibatkan Gibran. Kalaupun dia harus bicara.


Dia bicara sama bapaknya (Jokowi)," kata Refly.


"Jika benar, maka ini tragedi bagi demokrasi Indonesia. Yang terpilih Gibran, tapi dia (Prabowo) bicara sama bapaknya (Jokowi)," tambahnya.


Megawati Sindir Kabinet dan Utang


Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir rencana pembentukan kabinet gemoy Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming.


Diketahui, Prabowo-Gibran dikabarkan akan membentuk kabinet berisi 40 kementrian.


Megawati juga membandingkan dengan kabinetnya dulu saat menjabat sebagai Presiden ke V RI, yang hanya berjumlah 33 kementrian.


Meski postur kabinetnya ramping, namun menurut Megawati saat itu jajarannya mampu melunasi Utang Indonesia.


Megawati juga menyinggung soal utang Indonesia yang menggunung.


Megawati Soekarnoputri, mengungkit utang negara yang semakin tinggi ketika berbicara tentang pentingnya memiliki kabinet yang profesional.


"Pertanyaan saya, ayo mikir, utang kita ini bagaimana cara bayarnya?


Ayo mikir, mikir loh, jangan enak-enakan tidur loh," ujar Megawati saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI-P di Beach City International Stadium, Jakarta, Jumat (24/5/2024).


Di hadapan ribuan kader dan simpatisan partainya, Megawati lalu mengilas balik keinginannya membentuk kabinet yang ramping ketika menghadapi krisis multidimensional sewaktu dirinya di tampuk kekuasaan.


Megawati merupakan wakil presiden Republik Indonesia pada 1999-2001 dan menjadi presiden setelahnya hingga 2004 menggantikan Abdurrahman Wahid yang dilengserkan MPR.


"Ketika menghadapi krisis multidimensi saya lebih memilih membentuk kabinet yang ramping, dengan jumlah menteri 33 tapi bersifat apa, zaken kabinet, kabinet yang profesional," kata Megawati.


"Jadi benar, the right man in the right place. Terbukti krisis dapat diatasi dan seluruh hutang terutama dengan International Monetary Fund dapat dilunasi," imbuh dia.


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, nilai utang pemerintah menurun sampai dengan akhir Maret 2024.


Ini mengakhiri tren kenaikan posisi utang pemerintah pada beberapa bulan terakhir.


Berdasarkan data dokumen APBN KiTa, nilai utang pemerintah sampai dengan 31 Maret lalu ialah Rp 8.262,10 triliun.


Nilai itu turun sekitar Rp 57,12 triliun dari posisi pengujung Februari 2024, yakni sebesar Rp 8.319,22 triliun.


Susutnya nilai utang pemerintah diikuti dengan penurunan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).


Rasio utang terhadap PDB tercatat sebesar 38,79 persen pada akhir Maret, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar 39,06 persen.


Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga menyindir soal perebutan jatah menteri yang didengarnya setelah Pilpres 2024 berakhir.


Ia turut mengungkit bahwa selama 9 tahun terakhir, ia menyadari begitu banyak tarik-menarik kepentingan politik terjadi.


"Jabatan menteri pun, yang Ibu dengar nih, wah, sudah pada rebutan deh," kata Megawati.


Presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, berencana menambah kursi menteri pada pemerintahannya kelak.


DPR RI pun sedang menggodok revisi UU Kementerian sehingga jumlah kementerian tidak lagi dibatasi 34 seperti saat ini, melainkan bebas ditentukan presiden. 


Sumber: Tribun

Penulis blog