Ahok Tak Masuk Daftar, Hasto Ungkap 5 Kader PDIP Potensi Lawan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 - DEMOCRAZY News
POLITIK

Ahok Tak Masuk Daftar, Hasto Ungkap 5 Kader PDIP Potensi Lawan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024

DEMOCRAZY.ID
Juni 30, 2024
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Ahok Tak Masuk Daftar, Hasto Ungkap 5 Kader PDIP Potensi Lawan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024

Ahok Tak Masuk Daftar, Hasto Ungkap 5 Kader PDIP Potensi Lawan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024


DEMOCRAZY.ID - Sempat dikabarkan berminat usung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, kini PDIP berpotensi mendorong kadernya jadi lawan.


Setidaknya ada 5 kader PDIP yang berpotensi maju Pilgub Jakarta 2024 menantang Anies Baswedan hingga Ridwan Kamil.


Namun dari 5 daftar kader tersebut tak ada nama Ahok. Hal ini diungkap Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto.


Diketahui belum menentukan figur yang bakal diusungnya di Pilgub Jakarta 2024.


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya memilih berada di poros rakyat.


Hal tersebut diduga terkait analisis sejumlah pengamat politik, bahwa akan ada poros ketiga yang dimotori oleh PDIP. 


Terlebih, menurut Hasto, PDIP selalu memiliki stok pemimpin dari kader-kadernya, yang dapat dimajukan ke dalam kontestasi.


"Kita poros rakyat sajalah. PDIP bergerak untuk menyerap aspirasi rakyat," kata Hasto, saat ditemui usai konferensi pers penyelenggaraan Festival Kopi dan Soekarno Run, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (29/6/2024).


"Karena kita tak pernah kehilangan stok pemimpin. Karena partai selalu melakukan kaderidasi," tambahnya.


Hasto menyebutkan nama sejumlah kader partai berlambang banteng itu, yang berpotensi dimajukan dalam kontestasi.


Di antaranya, Pramono Anung, Hendrar Prihadi alias Hendi, Andika Perkada, Eriko Sotarduga, dan Charles Honoris.


Sementara itu, Hasto menyampaikan, langkah untuk berkoalisi dengan partai politik lainnya telah dilakukan PDIP.


"Ya kerja sama parpol dilakukan hari ini, telah diumumkan bahwa calon gubernur dan wakil gubernur di Bengkulu, PDIP kerja sama dengan PAN. Ada Pak Helmy Hasan dengan kader PDIP yang telah terbukti sukses jadi bupati 2 periode, yaitu Pak Mian," ucapnya.


Sebelumnya, sejumlah tokoh berpeluang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Diprediksi, Pilkada kali ini akan melahirkan tiga poros koalisi.


Ketiga poros tersebut bakal terbentuk dari parpol-parpol dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat.


Sedangkan poros kedua yakni muncul dari pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di DPRD Jakarta, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


PKS saat ini mendapatkan kursi paling banyak di DPRD Jakarta dalam gelaran Pileg 2024 sebanyak 18 kursi.


Hanya saja jumlah kursi itu masih kurang sehingga mesti berkoalisi dengan partai lain. Selanjutnya, poros ketiga yakni dibentuk oleh PDIP. 


Sebagai partai peringkat kedua di Pileg DPRD Jakarta dengan jumlah kursi sebanyak 15 kursi, PDIP berkemungkinan mengupayakan mencalonkan kandidatnya sendiri untuk maju di Pilkada Jakarta.


CEO Lembaga Survei Proximity Indonesia Whima Edy Nugroho, beberapa waktu lalu mengatakan, untuk poros pertama, partai politik yang tergabung pada KIM akan menyodorkan nama Ridwan Kamil.


"Mungkin dia akan berpasangan dengan kandidat yang berasal dari parpol di KIM, bisa berasal dari Partai Gerindra, misalnya Ahmad Riza Patria atau Budisatrio Djiwandono," katanya.


Sedangkan di poros kedua, PKS sebagai pemenang pemilu di DPRD Jakarta kemungkinan mempunyai kandidat tersendiri.


Dari beberapa nama yang muncul, menurutnya, kemungkinan nama Anies Baswedan masih menjadi salah satu kandidat kuat yang akan dicalonkan oleh PKS.


"Mungkin saja PKS melakukan koalisi dengan partai-partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Perubahan di Pilpres 2024."


Terkait, PDIP, di poros ketiga, ia memprediksi nama yang paling kuat saat ini tetap Basuki Thahaja Purnama atau Ahok, walaupun muncul nama-nama yang lain.


"Jadi nantinya mungkin PDIP akan menggandeng beberapa partai lain, kalau dulu dia bisa mencalonkan sendiri saat ini kan dia enggak bisa mencalonkan sendiri harus berkoalisi," terangnya.


Whima melanjutkan, menurut analisisnya, PDIP bisa jadi melakukan koalisi dengan partai di Koalisi Perubahan, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


"Mungkin ada kemungkinan PDIP bergabung dengan PKB dengan mengusung Ahok dan Ida Fauziyah atau Ahok dengan kader PKB lainnya misalnya. Atau mungkin ditambah lagi dengan PPP ke Perindo yang selama ini sudah bergabung di non pemerintah atau koalisi di luar koalisi indonesia maju," tuturnya.


Demkorat - PAN Rayu Kaesang


Koalisi Indonesia Maju (KIM) belum memutuskan siapa sosok yang akan diajukan untuk Pilkada Jakarta 2024.


Sejauh ini, nama eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), menjadi yang paling banyak disebut akan diusung oleh KIM di Jakarta.


Kendati demikian, terdapat nama lain yang muncul dalam bursa Pilkada Jakarta, yakni Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.


Menurut dua partai politik di KIM, Demokrat dan PAN, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bisa dijadikan opsi untuk diusung di Jakarta, berikut pernyataannya.


Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai nama Kaesang bisa dimunculkan di luar nama Ridwan yang memang masih digodok di internal KIM untuk dibawa bertarung di Jakarta.


"Saya kira, kalau menurut KIM, ya, nantilah urusan KIM. Kalau menurut saya di Demokrat, ya, banyak tokoh lah."


"Kalau nanti Mas Kaesang juga dimunculkan, ya, Mas Kaesang salah satu tokoh," kata Herman kepada wartawan, Jumat (28/6/2024).


Ia mengungkapkan bahwa partainya juga siap mengajukan sejumlah kader yang mempunyai potensi untuk meraih kemenangan di Jakarta.


"Sebagai etalase bangsa, DKI ini cocok untuk siapa saja selama bahwa sosok figur yang kita dorong nanti di DKI Jakarta," sambungnya.


Menurut Herman, saat ini Demokrat masih mengkomunikasikan sosok figur yang berpotensi diusung bersama parpol lain di KIM. Pasalnya, perkembangan politik makin dinamis.


"Kalau sekarang sudah muncul calon-calon lain, dimunculkan oleh partai-partai lain, ya, itu juga tokoh yang dimunculkan," tutur anggota Komisi VI DPR RI itu.


"Nanti tinggal kami, Demokrat memunculkan siapa, Golkar memunculkan siapa," ujarnya.


"Atau KIM pada saatnya nanti mungkin akan memunculkan siapa, ya, tunggu kepastiannya. Dinamikanya, ya, hari ini seperti itu," ungkapnya.


Menanggapi ketidakpastian Ridwan Kamil maju Pilkada Jakarta atau Pilkada Jawa Barat, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jakarta, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio lantas memberikan usul.


Ia mengusulkan Kaesang Pangarep sebagai calon gubernur (cagub) untuk Pilkada Jakarta 2024.


Eko menyebut, KIM mesti mengeluarkan cagub alternatif apabila Ridwan Kamil tak jadi diusung di Jakarta.


"Berarti ada alternatif lain Mas Kaesang," kata Eko seusai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-4 PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Sabtu (29/6/2024).


Kemudian, apabila Kaesang menolak maju Pilkada Jakarta, KIM harus mempersiapkan nama lain untuk diusung.


Nama lain itu di antaranya adalah putri dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang bernama Zita Anjani.


"Termasuk Mbak Zita Anjani kan calon wakil gubernur," ujar anggota Komisi VI DPR RI ini.


Lebih lanjut, Eko menyebut dinamika di Pilkada Jakarta masih sangat cair dan KIM terus membuka komunikasi dengan semua pihak.


"Semisal saya ngobrol bisa dengan teman-teman PKB, saya bisa ngobrol dengan NasDem. Artinya masih sangat cair," pungkasnya.


Sumber: Tribun

Penulis blog