Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Pendapatnya Tentang Debat Capres dan Mengusulkan Tiga Perubahan Ini - DEMOCRAZY News
ISLAMI POLITIK

Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Pendapatnya Tentang Debat Capres dan Mengusulkan Tiga Perubahan Ini

DEMOCRAZY.ID
Januari 11, 2024
0 Komentar
Beranda
ISLAMI
POLITIK
Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Pendapatnya Tentang Debat Capres dan Mengusulkan Tiga Perubahan Ini

Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Pendapatnya Tentang Debat Capres dan Mengusulkan Tiga Perubahan Ini


DEMOCRAZY.ID - Debat capres ketiga atau debat capres baru-baru ini berakhir pada Minggu (7/1/2024) di Istora, Senayan Jakarta. 


Debat capres ketiga kali ini lebih fokus pada enam isu yaitu pertahanan, keamanan, globalisasi, geopolitik, hubungan internasional, dan politik luar negeri.


Debat capres antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranovo dinilai sangat tegang dan sensasional. Bahkan potongan video perdebatan ini beredar dan tersebar di media sosial.


Usai debat presiden, sejumlah tokoh, termasuk tokoh agama Ustadz Adi Hidayat, angkat bicara. 


Diunggah kanal YouTube Adi Hidayat Official, turut dijelaskan tiga usulan debat capres.


“Izinkan kami sedikit memberikan urun rembuk bila diperkenankan untuk memberikan masukan dari hasil dan juga perjalanan debat yang berlangsung dari sesi pertama kedua kemudian ketiga ini,” ujar Ustadz Adi


“Yang pertama, kita lihat sifat-sifat yang ditampilkan dalam debat itu bisa lebih substansial untuk mengedukasi masyarakat,” katanya dalam video yang diunggah di kanal Youtubenya.


“Dan dengan sifat edukatif ini kita bisa melihat, menilai dan bahkan mungkin bisa memberikan satu masukan untuk memotivasi kita dalam menentukan siapa kiranya yang dipandang layak untuk bisa memimpin Indonesia kedepan,” imbuh Ustadz Adi Hidayat.


Ustadz Adi Hidayat juga mengusulkan agar panelis yang datang dalam debat mewakili kepentingan masyarakat seluruh daerah Indonesia.


“Bila ada 38 Provinsi dibagi 5 sesi saja tentu kita akan temukan 7-8 orang bisa hadir dan menyampaikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat di setiap provinsinya, setiap daerahnya sehingga real kebutuhan masyarakat Indonesia dari semua wilayah bisa disuarakan, bisa didengar pendapatnya dari para paslon itu untuk memberikan solusi,” ungkapnya.


Bahkan Ustadz Adi Hidayat menilai bila pada debat Capres kali ini tidak ada unsur edukasi dari para Capres dan malah sekedar ingin tampil saja.


“Kita perhatikan sampai sesi ketiga, nuansa edukasinya begitu kecil yang ada itu lebih terlihat nuansa shownya. Ya kalau hanya ingin sekedar tampil memang sah-sah saja namun sangat disayangkan untuk substansi untuk bisa diketahui masyarakat,” kata UAH.


“Yang kita lihat pada akhirnya adalah justru sentimen-sentimen negatif baik antar paslon yang kemudian diviralkan sehingga yang dikonsumsi oleh masyarakat itu bukan substansi visi misinya tapi ketegangan-ketegangan yang ada dalam debatnya,” sambungnya.


Pada catatan kedua, ia menyayangkan akan hadirnya sosok panelis namun hanya untuk mengambil undian sehingga ilmu ataupun gagasan yang dimiliki tidak dikeluarkan untuk menguji para Capres tersebut.


“Catatan kami yang kedua ini, walaupun namanya debat tapi dalam konteks uji publik. Bisa direvisi konsep yang berlangsung oleh KPU ini karena sayang ada 14 panelis pakar di bidangnya tapi hanya ditugaskan untuk mengambil undian,” ucapnya.


“Ilmunya tidak terimplementasikan, gagasan-gagasan atau mungkin dari wujud pertanyaan yang bisa diujikan kepada Capres dan bisa dilihat oleh publik itu tidak nampak. Lalu dimana sisi intelektual mereka, untuk apa dihadirkan?,” imbuhnya lagi.


Di akhir video, Ustadz Adi Hidayat memberikan catatan bagi semua agar tetap bersikap dewasa dan selalu menciptakan kedamaian. Ia juga berharap para paslon bisa membangun narasi yang lebih edukatif.


“Untuk semua sudah saatnya untuk menampilkan kedewasaan yang membangun kedamaian. Dunia bergerak begitu cepat pertentangan di luar begitu luar biasa,” ungkap Ustadz Adi.


“Yang ingin kita katanya adalah jika para paslon ini dan juga tim politik terkait membangun narasi-narasi yang lebih mengedukasi, menampilkan kedamaian itu akan lebih nyaman diterimanya sehingga ini bisa meredam gejolak,” pungkasnya.



Sumber: HajiNews

Penulis blog