Rocky Gerung Blak-Blakan Soal Pemimpin Ideal RI hingga 'Legacy' Jokowi - DEMOCRAZY News
POLITIK

Rocky Gerung Blak-Blakan Soal Pemimpin Ideal RI hingga 'Legacy' Jokowi

DEMOCRAZY.ID
Agustus 26, 2023
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Rocky Gerung Blak-Blakan Soal Pemimpin Ideal RI hingga 'Legacy' Jokowi



DEMOCRAZY.ID - Akademisi Rocky Gerung mengungkap kriteria pemimpin yang ideal untuk Indonesia menjelang Pilpres 2024. 


Rocky mengatakan pemimpin yang ideal versi dirinya harus menjalankan amanah konstitusi yang telah mengatur tugas Presiden.


"Yang ideal pertama-tama yang dimandatkan oleh konstitusi kita. Tugas Presiden itu cuma dua, cerdaskan kehidupan bangsa dan rawat fakir miskin tuh," kata Rocky dalam podcast What The Fact Politics CNNIndonesia.com, Rabu (23/8).


Terkait Presiden Indonesia terpilih di 2024 nanti, Rocky membeberkan tugas yang harus dilakukan pemimpin baru tersebut dalam 100 hari pertama masa kerja.


Menurut Rocky, Presiden baru di 2024 nanti harus mampu menarik kembali investor asing ke Indonesia dan mengurus sisa hutang yang ditinggalkan kabinet Jokowi.


"Yang pertama adalah yakinkan pada investor asing buat dia bisa layak untuk dapat investasi lagi. Yang kedua, yakinkan bahwa utang-utang yang dibuat Menteri Jokowi itu banyak utang yang gagal menyejahterakan. Sehingga ada negosiasi. Jadi 100 hari pertama, cuma dua hal itu," jelas Rocky.


Lebih lanjut, Rocky menuturkan versi pemimpin Indonesia yang ideal menurutnya adalah sosok yang mampu mengakomodir aspirasi politik kaum muda.


Hal tersebut menurut Rocky krusial lantaran kaum muda Indonesia saat ini tak lagi memilih berdasarkan aspek ideologis melainkan aspek keamanan dan lingkungan.


"Ada keamanan global, berarti mereka akan tuntut kampanye yang bisa membuat mereka yakin bahwa Indonesia itu tidak akan jadi sasaran empuk persaingan antara dua super power," ujar Rocky.


"Ada kesehatan lingkungan. Semua orang di dunia, anak-anak muda itu, percaya bahwa hanya dengan isu lingkungan, mereka punya masa depan, tuh," imbuhnya.


Indonesia Emas 2045 utopis


Lebih lanjut, Rocky menilai visi Indonesia Emas 2045 yang kerap digembar-gemborkan pemerintah hanya sekadar khayalan.


Rocky melontarkan pendapat itu lantaran kondisi rata-rata kecerdasan intelektual (IQ) RI yang tertinggal dibanding negara lainnya terutama negara di Asia Tenggara. 


Padahal, menurut Rocky dua hal tersebut adalah prasyarat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 kelak.


"Kan itu janji yang utopis sebetulnya, dia bisa kita penuhi kalau prasyaratnya kita miliki hari ini," kata Rocky.


"Jadi kalau dibilang Indonesia emas, ada bonus demografi, bagaimana caranya kalau IQ kita itu jauh di bawah Vietnam, jauh di bawah Singapura misalnya itu," ujar Rocky.


Lebih lanjut, Rocky menyinggung kasus stunting atau tengkes yang masih terjadi di Indonesia turut menjadi penghambat visi Indonesia Emas 2045 terwujud. 


Hal tersebut lantaran kasus tengkes yang menyebabkan otak anak-anak menyusut akan berdampak pada pertumbuhan yang tidak maksimal.


"Untuk jadi Indonesia cerdas, otak kita mesti tumbuh maksimal. Supaya tumbuh maksimal, mesti ada nutrisi di situ. Nah sekarang stunting itu udah 20 persen," jelas Rocky.


Berdasarkan hasil riset World Population Review, rerata IQ masyarakat Indonesia menempati peringkat 11 dari 12 negara di Asia Tenggara. Hasil penelitian tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki rerata skor IQ sebesar 78,49.


Sementara itu, kasus tengkes masih kerap terjadi di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Januari 2023, Indonesia masih memiliki tingkat prevalensi tengkes sebesar 21,6 persen.


Legacy Jokowi


Rocky juga menyinggung soal legacy atau warisan yang akan ditinggalkan Presiden Joko Widodo usai tak lagi menjabat Presiden  2024 sekadar upaya dia yang sempat melakukan cawe-cawe politik.


"Legacy yang dia tinggalkan sekarang adalah kemampuan dia untuk cawe-cawe," kata Rocky.


Rocky menilai upaya cawe-cawe politik yang dilakukan Jokowi adalah imbas kegelisahan yang dirasakan. 


Alih-alih melakukan cawe-cawe, Rocky menyarankan Jokowi mengevalusi diri dan memberikan nasihat kepada pemimpin Indonesia selanjutnya.


"jadi istilah cawe-cawe itu artinya apa, ikut campur karena gelisah. Kan orang yang ikut campur karena dia gelisah," ujar Rocky


"Jadi Pak Jokowi mungkin lebih baik lakukan refleksi dan mengatakan banyak hal yang belum saya ucapkan, belum saya terangkan dan potensi itu bisa dilakukan oleh siapapun yang jadi presiden nanti," imbuhnya. [Democrazy/CNN]

Penulis blog