Cerita Giring Ganesha Ungkap Hampir Dikudeta Politisi Berinisial 'FM' di PSI - DEMOCRAZY News
HOT NEWS POLITIK TRENDING

Cerita Giring Ganesha Ungkap Hampir Dikudeta Politisi Berinisial 'FM' di PSI

DEMOCRAZY.ID
Maret 13, 2024
0 Komentar
Beranda
HOT NEWS
POLITIK
TRENDING
Cerita Giring Ganesha Ungkap Hampir Dikudeta Politisi Berinisial 'FM' di PSI


DEMOCRAZY.ID - Sejak 2019 silam, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diketuai oleh Giring Ganesha. 


Sosok ini menggantikan ketua umum sebelumnya, Grace Natalie dan diproyeksi akan menjadi Ketua Umum PSI sampai 2024 mendatang.


Ketika menjadi Ketua PSI, Giring mengaku kalau dirinya nyaris dikudeta oleh seorang rekannya di PSI. 


Hal tersebut diungkapkannya dalam video yang diunggah pada Sabtu (15/7/2023) di kanal YouTube Total Politik.


Ketika ditanya kalau dirinya pernah hampir dikudeta atau tidak, Giring mengaku kalau rumor tersebut benar adanya. 


Giring menjelaskan kalau dirinya pernah dikudeta oleh sosok politisi kritis berinisial “FM” bersama dengan timnya.


“FM ini potensinya besar kan. Mau mengkudeta kita ini. Orang-orang lagi sibuk libur lebaran, makan rendang, bagi-bagi THR, dia malah sibuk sendiri,” kata mantan vokalis Band Nidji tersebut, dikutip pada Minggu (16/7/2023).


“Padahal waktu itu kita juga yang memperjuangkan beliau di staf khusus, tapi kita juga yang mau dikudeta,” lanjutnya.


Meskipun begitu, Giring mengaku kalau dirinya tidak menyimpan dendam terhadap “FM”. 


Giring mengatakan kalau tidak ada yang personal terhadap upaya “kudeta” tersebut dan menyebut kalau ini adalah hal lumrah terjadi dalam politik.


Dalam peristiwa tersebut, Giring juga menyinggung kisah salah satu Presiden Amerika Serikat (AS) yang tersohor, Abraham Lincoln. 


Giring menjelaskan cerita sang presiden yang berliku sebelum akhirnya berhasil terpilih menjadi Pemimpin AS.


“Waktu Abraham Lincoln mau maju menjadi presiden, kan dia kan ada republic of contention. Dan itu isinya lawan semua rivalnya dia, yang mau jatuhin dia yang ngatain dia ‘alah kampungan lu’ atau ‘lu tuh anak penebang kayu’,” kata Giring.


Namun, setelah Lincoln terpilih menjadi presiden, para rival politiknya ini justru bergabung bersamanya dalam kabinet. 


Bergabungnya rival politik ke dalam kabinet Lincoln ini memperkuat sinergi antaranya dengan para lawannya.


Giring menyamakan hal ini dengan situasi kudeta yang dialaminya. Setelah kasus kudeta ini usai, Giring menganggap kalau hubungannya dengan politisi yang hendak merebut jabatannya ini justru membaik dan semakin kuat. 



[Democrazy/KJ]

Penulis blog