Breaking

logo

26 Desember 2022

Kasihan! Uang Makan dan Transport Dilarikan Koordinator, Massa Pendemo Anies di Solo 'Nangis' Kelaparan

Kasihan! Uang Makan dan Transport Dilarikan Koordinator, Massa Pendemo Anies di Solo 'Nangis' Kelaparan

Kasihan! Uang Makan dan Transport Dilarikan Koordinator, Massa Pendemo Anies di Solo 'Nangis' Kelaparan

DEMOCRAZY.ID - Sedih tiada tara. Itulah yang dirasakan sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Masyarakat Solo Raya. 


Usai lelah menggelar aksi demo menolak kedatangan Anies Baswedan di Kota Solo, honor yang dijanjikan tak kunjung tiba. Diduga dilarikan koordinator demo.


Cuaca yang mendung menambah derita. Perut makin merajalela, keroncongan.


Akhirnya, massa yang awalnya garang berteriak menolak kedatangan Anies di Solo, harus meneteskan air mata kesal.


Awalnya, sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Masyarakat Solo Raya menggelar aksi demo menolak kedatangan Anies Baswedan di Kota Solo. 


Anies hari ini dikabarkan berkunjung ke Kota Solo untuk menghadiri acara pernikahan anak salah satu temannya.


Aksi penolakan itu dilakukan dengan membentangkan poster bernada penolakan di tepi jalan sekitar kawasan exit tol Klodran.


"Menurut kami, Anies Baswedan telah memberikan contoh buruk bagi demokrasi di Indonesia. Dia melakukan kampanye terselubung di berbagai daerah dengan kedok safari politik," kata Koordinator Lapangan Aksi, Krisna, saat dihubungi, Minggu (25/12/2022).


Dalam aksinya, mereka membentangkan poster bertuliskan 'Tolak Kampanye Terselubung Anies Baswedan', 'Wong Solo Tolak Anies Baswedan', 'Anies Baswedan, Bapak Politik Identitas, Tolak' dan beberapa poster lainnya.



Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Anies Baswedan itu harusnya mendapat 'kartu merah' lantaran telah mencuri start. 


Sehingga, membuat iklim demokrasi di Indonesia menjadi tidak sehat.


Sebab, Anies kerap melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia mulai dari Jawa Barat, Sumsel, Papua bahkan pernah mengunjungi tokoh agama di Kota Solo.


"Ini dapat merusak demokrasi Bangsa Indonesia. Belum apa-apa, sudah mencuri start duluan," pungkasnya. 


NasDem soal Demo Tolak Anies di Solo: Rekayasa, Nanti Juga Cape Sendiri


Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan penolakan oleh sekelompok warga saat hendak menghadiri pernikahan di Solo, Jawa Tengah. 


Partai NasDem merespons santai penolakan kepada bakal calon presiden yang akan diusung pada tahun 2024 itu.


"Nggak ada masalah, itu rekayasa semua. Nanti mereka akan capek sendiri. Nggak apa-apa, Mas Anies makin dizalimi makin bagus," kata Ketua DPP NasDem Effendy Choirie (Gus Choi) kepada wartawan, Senin (26/12/2022).


Gus Choi menilai kesabaran Anies makin tebal dengan adanya demo penolakan itu. Dia kemudian menyinggung soal doa yang dikabulkan.


"Kesabarannya makin tebal, makin dicintai Allah. Selanjutnya Allah akan mengabulkan doanya," tutur dia.


Eks TGUPP Bingung Kedatangan Anies di Solo Didemo: Orang Kondangan


Mantan Anggota TGUPP Anies Baswedan Tatak Ujiyati merespons terkait aksi penolakan kedatangan Anies di Solo. 


Tatak heran pasalnya Anies datang untuk menghadiri kondangan.


Tatak menjelaskan kedatangan Anies ke Solo itu untuk menghadiri pernikahan anak dari teman semasa kuliah. Tatak mengaku dirinya pun turut hadir sebagai undangan dalam acara itu.


"Opo tumon (apa pantas), orang kondangan kok didemo? Kemarin di Solo, sekitar 10 orang mendemo Anies Baswedan saat menghadiri undangan pernikahan anak teman kuliahnya," kata Tatak seperti dilihat dalam cuitannya, Senin (26/12/2022). Tatak sudah mengizinkan cuitannya dikutip.


Tatak mengatakan pernikahan itu adalah hajat dari senior Anies di UGM. Sejumlah rekan semasa kuliah hingga mantan aktivis mahasiswa pun ikut hadir.


"Yang mantu itu senior mas Anies di Fakultas Ekononi UGM. Saya juga hadir di sana bersama banyak teman-teman mantan aktivis mahasiswa di UGM & Yogyakarta," ujarnya.


Tatak lantas heran dengan adanya demo tersebut. Dia mengatakan mendemo orang yang akan menghadiri kondangan pekerjaan yang aneh.


"Aneh kan mendemo orang yang datang kondangan? Benar-benar pekerjaan yang absurd," ujarnya. 



[Democrazy/WartaBerita]