Breaking

logo

03 Desember 2022

Awalnya Sok Jago, Belasan Pendemo Anti Anies di Aceh Malah 'Nangis-Nangis' Saat Dibubarkan Warga

Awalnya Sok Jago, Belasan Pendemo Anti Anies di Aceh Malah 'Nangis-Nangis' Saat Dibubarkan Warga

Awalnya Sok Jago, Belasan Pendemo Anti Anies di Aceh Malah 'Nangis-Nangis' Saat Dibubarkan Warga

DEMOCRAZY.ID - Kelompok yang menamakan diri Aliansi Milenial Cinta Demokrasi yang menolak kedatangan Anies Baswedan di Aceh terlihat ketakutan dan menangis saat dibubarkan warga.


Awalnya, Kehadiran Calon Presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan ke Banda Aceh mendapat penolakan dari sekelompok pemuda di Bundaran Lambaro, Aceh Besar, Jumat (2/12/2022) pagi. 


Kelompok yang menamakan diri Aliansi Milenial Cinta Demokrasi itu pun dibubarkan warga dan pihak Kepolisian. 


Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasat Intelkam Kompol Suryo Sumantri Darmoyo, SH, SIK, MH mengatakan, massa dari Aliansi Milenial Cinta Demokrasi yang melakukan aksi dibubarkan oleh warga yang merupakan Kader Partai Nasdew dan pihaknya.


“Massa yang diperkirakan belasan orang itu melakukan aksi penolakan, terkait kedatangan Anies Baswedan dengan cara berorasi di bundaran Lambaro, Aceh Besar,” jelas Suryo, Sabtu (3/12/2022). 


Kemudian, pada saat yang sama, datang rombongan dari garda Partai Nasdem melintas di bundaran Lambaro dari arah Blang Bintang dengan menggunakan kendaraan roda empat. 


Saat tiba, mereka langsung turun dari kendaraan untuk melakukan pembubaran, mencabut atribut dari peserta aksi dan mengamankan atribut tersebut ke dalam mobil pick up milik mereka.


Pendemo Anti Anies yang awalnya sok jago tersebut, malah terlihat ketakutan dan menangis saat dibubarkan.


Aksi pendemo yang menolak kedatangan Anies tersebut tidak mengantongi STTP dari pihak Kepolisian Polresta Banda Aceh. 


“Orasi yang dilakukan oleh Aliansi Milenial Cinta Demokrasi tersebut tanpa mengindahkan himbauan dari pihak Kepolisian dikarenakan aksi tersebut tidak sesuai dengan UU No. 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum, khususnya pasal 10 ayat 3 menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa harus memberikan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian, paling lambat 3x24 jam," jelasnya.


Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya dari pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap salah satu peserta aksi terkait kegiatan yang dilakukan oleh mereka. 


“Setelah dimintai keterangan dan menghindari amukan dari kader partai Nasdem, peserta aksi tersebut dilepaskan kembali,” pungkasnya. 



[Democrazy/WartaBerita]