Breaking

logo

22 November 2022

Ustaz Yahya Waloni Teriak Hanya Anies yang 'Pantas' Jadi Presiden: Kecerdasan Beliau di Atas Rata-rata Semua Kandidat!

Ustaz Yahya Waloni Teriak Hanya Anies yang 'Pantas' Jadi Presiden: Kecerdasan Beliau di Atas Rata-rata Semua Kandidat!

Ustaz Yahya Waloni Teriak Hanya Anies yang 'Pantas' Jadi Presiden: Kecerdasan Beliau di Atas Rata-rata Semua Kandidat!

DEMOCRAZY.ID - Ustadz Yahya Waloni menilai mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan layak menjadi presiden di Pilpres 2024 nanti.


Menurut Ustaz Yahya Waloni, hanya Anies yang pantas menjadi Presiden dari semua kandidat, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Erick Thohir.


Hal itu dilihat dari video yang diunggah kanal YouTube Rendy Sajagat, dikutip pada Selasa 22 November 2022.


"Dari semua kandidat yang ada, mari kita lihat siapa kira-kira yang pantas jadi Presiden, siapa yang kuat, gagah, tinggi, ganteng orangnya catatan trek akademik rekornya Allahu akbar beliau mantan Rektor Anies Baswedan," ujar Ustaz Yahya Waloni berapi-api.


Ustaz Yahya Waloni mengatakan KPK mencoba mencari kelemahan Anies namun gagal karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu orang yang jujur.


"Beliau amanah, beliau tabligh, beliau Fatonah, beliau cerdas di atas rata-rata dari semua kandidat beliau cerdas,  beliau punya kemampuan mumpuni untuk menjadi seorang pemimpin," ujar dia.


Menurut Ustaz Yahya Waloni, kelayakan Anies Baswedan menjadi capres tak perlu diragukan lagi. 


"Berulang-ulang saya katakan jangankan mimpin Indonesia, mimpin Amerika coba berikan pada Anies," pungkasnya.


Sebelumnya, DPP Partai Nasdem resmi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2024. 


Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mengumumkan hal tersebut di Ballroom NasDem Tower, Jakarta, Senin.


Melalui perjalanan dan pemikiran yang cukup lama, Partai Nasdem akhirnya memutuskan Anies Baswedan sebagai capres usungannya.


"Inilah kenapa akhirnya Nasdem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan. Kami mempunyai keyakinan, pikiran-pikiran dalam perspektif baik secara makro maupun mikro sejalan," kata Surya Paloh. [Democrazy/NW]