SOSOK Ini Ungkap Keberadaan Bjorka, Mengaku Baru Saja Bertemu: Keren Sekali Bisa Bertemu Langsung! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

23 September 2022

SOSOK Ini Ungkap Keberadaan Bjorka, Mengaku Baru Saja Bertemu: Keren Sekali Bisa Bertemu Langsung!

SOSOK Ini Ungkap Keberadaan Bjorka, Mengaku Baru Saja Bertemu: Keren Sekali Bisa Bertemu Langsung!

SOSOK Ini Ungkap Keberadaan Bjorka, Mengaku Baru Saja Bertemu: Keren Sekali Bisa Bertemu Langsung!

DEMOCRAZY.ID - Seperti diketahui hacker Bjorka tengah diburu oleh Mabes Polri. Namun sosok ini mengaku baru saja bertemu dengan pembobol data pemerintah Indonesia.


Kebocoran data di Indonesia telah menjadi pusat perhatian dunia usai seorang hacker bernama Bjorka berhasil mengungkapnya.


Karena ulahnya itu, Bjorka kini menjadi buronan pemerintah dan kepolisian Indonesia.


Sebelumnya seorang pemuda di Madiun diduga telah membantu Bjorka untuk pengadaan akun Telegram Channel (TC).


Pemudia berinisial MAH (21) itu pun telah ditetapkan tersangka berdasarkan Pasal UU ITE.


"Tidak dilakukan penahanan, bersangkutan cukup wajib lapor seminggu dua kali di Polres terdekat, Polres Kota Madiun," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.


Namun belakangan ada pernyataan dari seseorang yang mengaku baru saja bertemu dengan hacker Bjorka di sebuah tempat.


Seorang pengguna Breachforum bernama Emo mengaku telah bertemu dengan Bjorka di sebuah pusat perbelanjaan di LA.


"Saya bertemu dengan Bjorka di sebuah pusat berbelanjaan di LA kemarin," tulis Emo.


Dalam thread forum gelap tersebut Emo mengaku bangga bisa bertemu Bjorka.


Akan tetapi tak ada bukti foto, jika dia dengan Bjorka memang telah melakukan pertemuan.


"Saya mengatakan, keren sekali saya bisa bertemu langsung dengannya.


"Tapi saya tidak mau berlaku tidak sopan dan memaksanya untuk berfoto bersama," bebernya.


Tak disangka, Bjorka yang ada di satu forum membalas thread yang dibuat oleh akun bernama Emo itu.


Seolah-olah keduanya memang telah melakukan pertemuan. 


"Senang bertemu denganmu @Emo," balas Bjorka.


Entah apa maksud dari thread dan pengakuan seseorang bernama Emo, yang mengaku telah bertemu langsung dengan Bjorka.


Hacker bernama Meki Bobol 26 Juta Data Polda Metro



Heboh diduga adanya puluhan data Polda Metro Jaya yang dibocorkan oleh hacker bernama Meki.


Hacker Meki diduga telah membocorkan sebanyak 26 juta data Polda Metro Jaya hingga akhirnya dijual lewat situs breached.to.


Selain itu hacker Meki menyebut menyebut kalau server dan website Polda Metro Jaya telah disusun dengan cara yang sederhana.


Diketahui hacker Meki mengunggah data yang berjudul '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC'.


Berikut pernyataan yang ditulis hacker Meki dalam unggahanya itu.


"Berisi dokumen penting seluruh Kepolisian Negara Republik Indonesia termasuk data kepesertaan kepolisian di seluruh Indonesia," tulis Meki, dikutip pada Kamis, 22 September 2022.


Tampak jelas adanya beberapa data yang dibocorkan seperti nama, pangkat, jabatan, nomor handphone, NIP, NIK, hingga dokumen-dokumen penting.


Tak hanya itu saja, hacker Meki juga melengkapi unggahannya itu dengan menyertakan sejumlah sampel data.


Ditambah lagi adanya logo Direktorat Kriminal Khusus dalam unggahan hacker Meki itu.


Akan tetapi tidak diketahui secara pasti dan belum ada penjelasan dari data yang dibobol tersebut, apakah hanya dari direktorat itu saja atau ada yang lain.


Tercatat ada sebanyak 26.263.105 data yang diduga sukses dicuri hacker Meki pada bulan September 2022.


Setelahnya keseluruhan data itu diklaim telah terjual dengan biaya sebesar US$ 2.000 atau sekitar Rp 30 juta.


Sang hacker juga menyebut bahwa ia menerima pembayaran dari pembelian datanya itu dalam bentuk Bitcoin atau Cryptocurrency lainnya.


Polri disebutnya telah membangun server atau website sederhana dengan menggelontorkan uang yang banyak.


"Karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang mereka kelola," pungkas sang hacker.


Bahkan beberapa data yang ia punya telah berani dijual hacker Meki dengan harga yang terbilang terjangkau.


Alasan hacker Meki menjual data atau dikumen pribadi dari Polda Metro Jaya lantaran ia menilai kondisi polisi di Indonesia tidak lagi bekerja dengan benar.


"Tapi sering mempersulit dan menjatuhkan orang miskin," ungkap hacker Meki. [Democrazy/DW]