Putusan Final MKD DPR: Yang Terhormat Doktor Puan Maharani Tak Rayakan Ultah | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

13 September 2022

Putusan Final MKD DPR: Yang Terhormat Doktor Puan Maharani Tak Rayakan Ultah

Putusan Final MKD DPR: Yang Terhormat Doktor Puan Maharani Tak Rayakan Ultah

Putusan Final MKD DPR: Yang Terhormat Doktor Puan Maharani Tak Rayakan Ultah

DEMOCRAZY.ID - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menganggap Puan Maharani tak merayakan ulang tahun saat para anggota dewan kompak menyanyi bersama dan mengucapkan selamat di rapat Paripurna DPR, Selasa (6/9).


Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MKD, Nazaruddin Dek Gam saat membacakan putusan atas laporan dugaan pelanggaran etik Puan saat momen tersebut.


Menurut Nazaruddin, Puan kala itu hanya menerima ucapan selamat ulang tahun dari para peserta rapat Paripurna, alih-alih disebut merayakan. Ucapan itu disampaikan sebab di hari yang sama Puan tengah berulang tahun.


"Bahwa teradu Yang Terhormat Doktor Puan Maharani A-188 Fraksi PDI Perjuangan tidak merayakan pesta ulang tahun dalam rangka Paripurna tanggal 6 September 2022," kata Nazaruddin.


"Teradu hanya menerima ucapan selamat ulang tahun dari rekan-rekan anggota DPR karena di hari yang sama dapat bertepatan dengan hari ulang tahun teradu," tambahnya.


Nazaruddin mengaku pihaknya telah memeriksa laporan terhadap Puan yang dilayangkan seorang aktivis '98 atas nama Joko Priyoski pada Senin (12/9) itu.


Hasilnya, menurutnya, MKD tak menemukan bukti dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Puan saat menerima ucapan selamat ulang tahun dari peserta Rapat Paripurna.


"Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI tidak menemukan bukti terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan terhormat doktor Puan Maharani," tambahnya.


Sebelum resmi dilaporkan Joko, momen perayaan ulang tahun Puan di Paripurna itu sempat memancing kritik dan olok-olok dari sejumlah pihak. 


Mereka menyesalkan sebab perayaan itu bersamaan dengan demo buruh di depan kompleks parlemen.


Joko dalam laporannya menyinggung Puan karena dinilai tak memiliki empati dan kepekaan terhadap kesulitan masyarakat akibat kenaikan BBM. 


Terlebih Puan juga digadang-gadang bakal maju sebagai calon presiden 2024.


"Apalagi beliau kita tahu mau menjadi capres. Harusnya beliau memiliki kepekaan yang tinggi terhadap beban masyarakat hari ini," ucap Joko. [Democrazy]