Pengamat Militer Bongkar 'Rahasia' Jelang 2024, Ada Parpol Dorong Jenderal Dudung Jadi Cawapres | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

20 September 2022

Pengamat Militer Bongkar 'Rahasia' Jelang 2024, Ada Parpol Dorong Jenderal Dudung Jadi Cawapres

Pengamat Militer Bongkar 'Rahasia' Jelang 2024, Ada Parpol Dorong Jenderal Dudung Jadi Cawapres

Pengamat Militer Bongkar 'Rahasia' Jelang 2024, Ada Parpol Dorong Jenderal Dudung Jadi Cawapres

DEMOCRAZY.ID - Analis Militer dan Pertahanan, Connie Rahakundini mengungkap upaya partai politik turut menyeret tokoh militer untuk berkontestasi pada Pilpres 2024.


Bukan hanya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Connie menyebut kalau Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman juga dibidik partai politik untuk maju di Pilpres 2024.


Connie menyebut kalau partai politik yang dimaksud memang belum mengumumkan perihal rencananya tersebut.


"Ada partai yang juga mendorong pak Dudung tapi belum di announce nih untuk menjadi cawapres," kata Connie pada diskusi dalam YouTube Akbar Faizal Uncensored yang dikutip Selasa (20/9/2022).


Ia lantas menganggap keinginan dari partai politik itu membuat Dudung yang notabene kepala staf namun seperti panglima. 


Dengan kata lain, Dudung menjadi merasa setara dengan Andika.


Sebagaimana diketahui, Andika menjadi satu dari tiga tokoh calon presiden yang diusung Partai Demokrat maju pada Pilpres 2024. 


Connie menyayangkan sikap partai politik yang menyeret tokoh militer ke dalam lingkaran politik.


Sebabnya, hal tersebut menandakan kalau partai politik itu telah gagal melakukan kaderisasi.


"Ketika partai tidak mengkaderisasi, ya, dia harus mampu," katanya.


Jenderal Dudung Diprediksi akan Dipinang Parpol Besar Maju Pilpres 2024


Kontestasi politik menjelang Pilpres 2024 mendatang semakin santer terdengar di kalangan masyarakat.


Sejumlah nama dari tokoh nasional terus bermunculan. Baik yang sudah pensiun hingga banyak pula yang masih menjabat.


Bahkan dari sekian banyak nama, ada tokoh yang dianggap patut diperhitungkan karena kredibilitasnya.


Salah satu tokoh itu adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.


Hal itu diakui pengamat politik Hari Purwanto. Dia mengatakan, popularitas Dudung belakangan ini melonjak tidak terbendung.


Bukan tanpa alasan, meningkatnya popularitas Dudung karena pernyataan kontroversialnya berhasil menarik perhatian publik.


"Saat jadi Pangdam Jaya, Jenderal Dudung menjadi kontroversial karena menurunkan baliho Habib Rizieq di Petamburan, markas FPI,” ucapnya, Senin (17/1/2022), dikutip dari Tribunnews.com.


“Setelah jadi KSAD, Jenderal Dudung kembali menjadi kontroversial karena memberi pernyataan 'berdoa tidak perlu memakai bahasa Arab',” imbuh Hari.


Bukan itu saja, belakangan ini juga Dudung kembali menjadi sorota publik lantaran lagu Ayo Ngopi.


“Yang terbaru ini, Jenderal Dudung kembali menjadi viral karena merilis lagu 'Ayo Ngopi' dan video flashmob," papar Hari.


Peluang Besar Dudung Maju Pilpres 2024


Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) itu menilai, naiknya popularitas Dudung tentu menimbulkan harapan baru.


Sebab, menurut Hari, saat ini masyarakat masih merindukan sosok TNI sebagai Presiden RI.


Dengan posisi sebagai jenderal bintang empat yang saat ini sedang menjabat KSAD, peluang Dudung menjadi Calon Presiden 2024 terbuka luas.


"Peluang Jenderal Dudung menjadi Presiden sangat besar karena tiga hal,” ujarnya.


Pertama, lanjut Hari, Dudung merupakan Jenderal TNI AD sebagai KSAD.


Kedua, mantan Pangkostrad itu didukung Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang merupakan Partai terbesar.


“Ketiga, ini yang terpenting, beliau sepertinya ingin mengikuti langkah Presiden Jokowi," jelas Hari. [Democrazy]