Ferdy Sambo Disebut Tembak Kepala Belakang Brigadir Joshua, Martin Simanjuntak: Dia Penentu Kematian | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

20 September 2022

Ferdy Sambo Disebut Tembak Kepala Belakang Brigadir Joshua, Martin Simanjuntak: Dia Penentu Kematian

Ferdy Sambo Disebut Tembak Kepala Belakang Brigadir Joshua, Martin Simanjuntak: Dia Penentu Kematian

Ferdy Sambo Disebut Tembak Kepala Belakang Brigadir Joshua, Martin Simanjuntak: Dia Penentu Kematian

DEMOCRAZY.ID - Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak mengatakan, Irjen Ferdy Sambo menembak kepala belakang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.


Hal ini dikatakan Martin Simanjuntak berdasarkan proses rekonstruksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang digelar kepolisian, beberapa waktu lalu.


"Dari hasil rekonstruksi, Ferdy Sambo nembak juga dan dia menembak bagian kepala," ujar Martin dalam tayangan Kabar Petang di tvOne, Senin (19/9/2022) kemarin.


Martin menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), ada dua luka fatal yang mengakibatkan Brigadir J meninggal.


Pertama luka tembak di dada dan kedua, luka tembak di kepala.


"Yang pertama di bagian dada karena langsung kehilangan darah sebanyak 700 ml. Kedua di bagian kepala belakang," kata Martin.


Dengan apa yang dilakukan Ferdy Sambo, Martin Simanjuntak menyebut mantan Kadiv Propam itu sebagai penentu kematian Brigadir J.


"Berdasarkan rekonstruksi yang menembak kepala belakang Ferdy Sambo. Jadi dia adalah penentu kematian Brigadir J," tegas Martin.


Dalam tayangan tersebut, Martin juga menanggapi kabar yang menyebut, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J akan mundur.


Martin menegaskan, kabar tersebut tidak benar alias hoax.


Menurutnya, ada dua hal yang akan membuat tim pengacara keluarga Brigadir J mundur.


Yang pertama, kuasa mereka sebagai pengacara dicabut.


"Yang kedua, Tuhan Yesus datang untuk kedua kali."


"Selain itu, kita nggak akan pernah mundur. Tidak ada kata untuk mundur dalam perjuangaan ini," kata dia.


Martin lantas menjelaskan, ayahanda Brigadir J, Samuel Hutabarat memang mengaku lelah mengikuti perkembangan kasus kematian sang anak.


Namun, ibunda Brigadir J serta seluruh kerabat masih bersemangat untuk ikut mengawal kasus ini. 


Irjen Ferdy Sambo 'Habisi' Brigadir J Tembak Kepala dari Belakang


Sementara itu, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Ferdy Sambo ternyata ikut menembak Brigadir J di rumah dinasnya di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 lalu.


Fakta ini terungkap dalam video animasi detik-detik penembakan yang dirilis oleh Polri.


Dalam video itu, Sambo digambarkan menembak bagian belakang kepala Brigadir J yang sudah tertelungkup bersimbah darah di lantai samping tangga dekat gudang.


Sambo 'menghabisi' Brigadir J setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E lebih dulu menembak bintara Polri sebanyak tiga kali atas perintah Sambo.


Akibat tembakan Bharada E yang mengenai bagian dada, tangan hingga wajah itu, Brigadir J akhirnya terkapar bersimbah darah.


"17.12.00 WIB: FS (Ferdy Sambo) menembak ke arah Y," tulis narasi dalam video animasi tersebut seperti dikutip, Rabu (30/8). [Democrazy]