AJAIB! 152 Jasad Masih Utuh Setelah Puluhan Tahun Dikubur di Cilodan Cilegon | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

19 September 2022

AJAIB! 152 Jasad Masih Utuh Setelah Puluhan Tahun Dikubur di Cilodan Cilegon

AJAIB! 152 Jasad Masih Utuh Setelah Puluhan Tahun Dikubur di Cilodan Cilegon

AJAIB! 152 Jasad Masih Utuh Setelah Puluhan Tahun Dikubur di Cilodan Cilegon

DEMOCRAZY.ID - Keajaiban atau fenomena tidak biasa terjadi Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten.


Sedikitnya 152 jasad ditemukan masih utuh setelah dikubur puluhan tahun di Pemakaman Umum Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan.


Masih utuhnya sejumlah jasad itu diketahui saat makam dibongkar untuk dilakukan pemindahan.


Diketahui, sekitar 300 makam dibongkar karena terdampak proyek PT Pancapuri. Rencananya makam itu akan direlokasi ke pemakaman di Desa Grogol, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.


Kegiatan pengalihan itu telah berlangsung selama sepekan pada 25 Agustus 2022 lalu.


Ajaib, saat ditemukan di galian kuburan, sebagian besar jasad dalam keadaan masih utuh. 


Video yang merekam proses pembongkaran itu langsung menyebar di media sosial.


Dalam video itu pun terekam sejumlah jasad yang masih utuh diangkat dari liang lahat.


Lurah Gunung Sugih Rustam Effendi membenarkan adanya upaya pembongkaran pemakaman tersebut.


Ia pun membenarkan ikhwal masih ada jasad yang utuh meski sudah dimakamkan selama puluhan tahun.


“Setiap hari ada aja yang utuh, bahkan hari terakhir itu dari 67 yang utuh ada 43 atau berapa gitu,” ujar Rustam, Minggu 18 September 2022.


Ia bahkan mengatakan, ada satu jasad wanita berusia remaja dimana jasadnya masih utuh setelah terkubur 50 tahun lebih.


“Ada anak perempuan udah dikuburkan 50 tahun belum kenapa-kenapa (Masih Utuh-Red), itu mah asli utuhnya,” imbuhnya.


Secara ilmiah, kata Rustam, kondisi jasad yang dikuburkan berusia puluhan tahun harusnya sudah menjadi tanah.


Namun, keajaiban terjadi sehingga jasad-jasad ini masih tampak utuh dan tercium wangi saat dibawa dari makam untuk direlokasi.


Secara historis, lanjut Rustam, wilayah Cilodan di Kota Cilegon ini konon dulunya merupakan wilayah yang banyak dihuni oleh para santri.


Ditegaskan, relokasi ini juga atas dasar persetujuan keluarga atau ahli waris dari makam-makam di wilayah ini.


“Info yang saya dapat dan setelah saya telusuri, jadi orang-orang daerah Cilodan dahulunya daerah santri disitu. Jadi kehidupannya orang-orang yang taat ibadah semua,” terangnya. 


Video Viral


Sebelumnya, video viral memperlihatkan sejumlah warga sedang memindahkan jenazah di makam yang terdapat di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Ciwandan, Cilegon. 


Ketua Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Kelurahan Cilodan, Mahrij, mengatakan peristiwa dalam video itu terjadi di Cilodan. 


Dia menyebut pemindahan makam dilakukan usai ada persetujuan dari masyarakat dengan pihak perusahaan. Jenazah dari makam-makam di lahan itu dipindah ke Anyer.


"Memang kebetulan ini lokasinya di Lingkungan Cilodan, kita bergerak untuk pemindahan (makam) ini sudah disetujui masyarakat, artinya kita sudah ruilslag dari perusahaan PT Panca Puri, anak perusahaan PT Chandra Asri, dan kita ruilslag untuk dipindahkan ke Grogol, Anyer," kata Mahrij saat dimintai konfirmasi, Senin (19/9/2022).


Dia mengatakan pemindahan jenazah dilakukan secara bertahap. Menurutnya, ada 319 jenazah yang dipindah dari pemakaman di Cilodan ke Grogol, Anyer. 


Menurutnya, ada 152 jenazah yang masih dalam kondisi utuh ketika ditemukan.


"Jadi menang waktu itu kita jumlahnya kalau nggak salah itu 319 jenazah dan kebetulan yang kita temukan itu 152 jenazah yang masih utuh dan sungguh memang itu keajaiban dan larinya itu ke keyakinan kita masing-masing," katanya.


Dia juga menyebut beberapa warga yang ikut memindahkan jenazah mengaku mencium wangi dari jasad tersebut. 


Dia mengaku tak tahu penyebabnya dan menyerahkan hal itu kepada keyakinan masing-masing warga.


"Ada yang sempat wangi juga dan ada beberapa yang masih utuh, jadi jasadnya belum hancur. Itu menang wanginya kita juga artinya asumsinya seperti apa apakah karena memang karena minyak atau apa tapi menang itu adanya, jadi kembali lagi ke keyakinan kita. Jadi apakah memang beliau ini orang berkelakuan baik atau seperti apapun adanya ya wallahualam bishawab-lah," katanya. [Democrazy/DW]