VIRAL Mahasiswa UIN Jember Goyang di Masjid, Pihak Kampus Akhirnya Beri Klarifikasi | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

27 Agustus 2022

VIRAL Mahasiswa UIN Jember Goyang di Masjid, Pihak Kampus Akhirnya Beri Klarifikasi

VIRAL Mahasiswa UIN Jember Goyang di Masjid, Pihak Kampus Akhirnya Beri Klarifikasi

VIRAL Mahasiswa UIN Jember Goyang di Masjid, Pihak Kampus Akhirnya Beri Klarifikasi

DEMOCRAZY.ID - Sebuah video yang menggambarkan banyak muda-mudi menyanyikan lagu Ojo Dibandingke dan bergoyang bersama di sebuah masjid viral di media sosial. 


Muda-mudi itu disebut-sebut adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Jawa Timur.


Video tersebut beredar sejak beberapa hari lalu. Salah satu akun yang mengunggah di Instagram ialah akun gosip @tante.rempong.official. 


Video yang diunggah diberi keterangan bertulisan ‘Miris! Beredar Video yang Diduga Mahasiswa UIN Jember Berjoget Bersama di Dalam Masjid’. 


Dalam video terlihat puluhan muda-mudi berada di teras sebuah bangunan mirip masjid yang luas. 


Mereka terdengar menyanyikan lagu Ojo Dibandingke yang dipopulerkan Farel Prayoga beberapa pekan lalu. 


Selain bernyanyi bersama, sebagian banyak dari mereka juga berjoget dan bergoyang bersama.


“Innalillahi wa innailaihi rojiun…Miris banget,” tulis akun @akuithaaaa di kolom komentar.


Pihak UIN KHAS Jember langsung merespons kehebohan video tersebut. 


“Merespons beredarnya video mahasiswa menari di bangunan bakal Masjid Sunan Kalijaga UIN KHAS Jember, maka perlu kami lakukan klarifikasi, mengingat video yang beredar tidak menggambarkan informasi secara utuh atas pelaksanaan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan),” tulis poster klarifikasi UIN KHAS Jember yang tersebar.


Pihak kampus membenarkan peristiwa itu. Namun, klarifikasi tetap disampaikan agar utuh dan berimbang. 


“Dari lubuk hati yang terdalam kami selaku panitia PBAK memohon maaf atas kejadian tersebut. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami agar lebih berhati-hati dan lebih memperlihatkan norma-norma yang berlaku.” [Democrazy]