VIRAL! Kisah Warteg 'Barokah' yang Selamat dari Kebakaran di Simprug Jaksel | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

23 Agustus 2022

VIRAL! Kisah Warteg 'Barokah' yang Selamat dari Kebakaran di Simprug Jaksel

VIRAL! Kisah Warteg 'Barokah' yang Selamat dari Kebakaran di Simprug Jaksel

VIRAL! Kisah Warteg 'Barokah' yang Selamat dari Kebakaran di Simprug Jaksel

DEMOCRAZY.ID - Viral di media sosial sebuah warteg yang selamat dari kebakaran di Jalan Simprug Golf II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 


Bangunan warteg masih berdiri sementara bangunan-bangunan lainnya sudah hangus terbakar.


Dalam video yang beredar di media sosial, seseorang merekam kondisi pascakebakaran pada Minggu (21/8/2022). 


Terlihat kondisi bangunan, khususnya bagian depan warteg tidak terbakar.



Narasi dalam video menyebut warteg itu adalah warteg 'Barokah' karena sering memberikan makanan gratis setiap hari Jumat.


Dari pantauan di lokasi, Selasa (23/8), bagian depan warteg itu utuh tak terbakar. 


Masih terlihat jelas tulisan 'Warung Brebes Pesona Dua Putri'.


Bagian dalamnya hanya sedikit yang terkena dampak kebakaran. 


Di bagian belakang warteg, terlihat sebagian tembok yang gosong terbakar.



Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik itu terjadi di Simprug Golf 2 RT 08 RW 08. 


Kini semua bangunan yang habis terbakar telah dipasangi garis polisi.


Penjaga warteg tersebut, Saeni, membenarkan soal kegiatan membagi makanan tiap Jumat. 


Pada hari itu, pemilik warteg membagikan makanan kepada anak yatim, dan jemaah masjid di Pamulang, Tangerang Selatan.


"Jadi saya sedekahnya buat anak yatim doang. Sama jamaah masjid di Pamulang," katanya, saat ditemui di warteg, Selasa (23/8/2022).


Cerita Saat Kebakaran



Saeni menceritakan kondisi ketika kebakaran melanda. Ia menyebut saat itu tidak sadar ada kebakaran karena sedang melayani pelanggan.


"Lagi melayani pembeli, sampai lupa kasih minum. Terus banyak asap yang keluar, saya langsung lari," katanya.


Ketika kebakaran, Saeni mengaku hanya sempat menyelamatkan beras dan kulkas. 


Ia tidak sempat menyelamatkan semua barang-barang yang ada.


"Selamatkan beras sama kulkas. Nasi yang masih utuh dan masakan di sini saya tinggal semua," ujar Saeni.


Saeni juga tidak mengerti kenapa wartegnya selamat dari kobaran api. Yang ia lakukan hanyalah menyelamatkan diri.


"Tidak tahu saya. Mungkin mukzizat. Tidak tau saya, saya aja langsung lari mengungsi," ucap Saeni.



[Democrazy]