Breaking

logo

05 Agustus 2022

BERANI! Usut CCTV Rusak di Rumah Ferdy Sambo, Komnas HAM: Ada Unsur Kesengajaan!

BERANI! Usut CCTV Rusak di Rumah Ferdy Sambo, Komnas HAM: Ada Unsur Kesengajaan!

BERANI! Usut CCTV Rusak di Rumah Ferdy Sambo, Komnas HAM: Ada Unsur Kesengajaan!

DEMOCRAZY.ID - Polemik CCTV yang rusak di kasus tewasnya Brigadir J akan menjadi fokus pengusutan Komnas HAM.


Sebab, menurut Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, ada indikasi kuat unsur kesengajaan terkait rusaknya CCTV pada kasus ini.


Ahmad Taufan mempertanyakan mengenai pernyataan yang berbeda terkait CCTV yang berada di kompleks rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.


"Fokus dulu di CCTV yang sejak awal kami persoalkan itu, kok bisa dikatakan rusak dengan keterangan yang berbeda satu dengan lainnya."


"Yang satu bilang disambar petir, ADC bilang sudah rusak sejak lama."


"Nah sekarang sudah ada indikasi kuat unsur kesengajaan. Bisa disebut sebagai dugaan obstruction of justice, upaya melawan hukum yang mengganggu proses penegakan hukum," kata Taufan Kamis (4/8/2022).


Lebih lanjut, Ahmad Taufan mengatakan, Komnas HAM juga perlu memastikan dalam insiden tewasnya Brigadir J apakah hanya mereka berdua saja atau tidak.


Pembicaraan antara Bharada E dan Brigadir J juga diharap terungkap dari CCTV tersebut.


"Lebih lanjut, kami tentu ingin tahu isi CCTV tersebut untuk memastikan apakah benar ada tembak-menembak antara Bharada E dengan Joshua, apakah hanya mereka berdua saja atau bagaimana sesungguhnya peristiwa itu terjadi."


"Juga isi pembicaraan melalui alat komunikasi yang juga belum diberikan ke kami," kata Taufan.


Ahmad Taufan mengatakan, pihaknya akan menanyakan terkait CCTV tersebut dalam permintaan keterangan kepada kepolisian pada hari ini, Jumat (5/8/2022).


Terkait tiga jenderal yang disebut ikut menghambat kasus Brigadir J, Taufan menyebut saat ini belum ada rencana pemanggilan.


Pihaknya akan fokus kepada balistik dan siber dalam pengusutan kasus ini.


"Kita pelajari dulu kasusnya apalagi masih ditangani Polri. Sementara fokus kami kepada balistik dan digital forensik."


"Kita tanyakan besok (hari ini) ke mereka, ada dibawa atau tidak," ucapnya. [Democrazy]