Terungkap! Diduga Terlibat Konsorsium 303 Sambo, Suwondo Nainggolan Ternyata Bukan Orang Sembarangan | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

19 Agustus 2022

Terungkap! Diduga Terlibat Konsorsium 303 Sambo, Suwondo Nainggolan Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Terungkap! Diduga Terlibat Konsorsium 303 Sambo, Suwondo Nainggolan Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Terungkap! Diduga Terlibat Konsorsium 303 Sambo, Suwondo Nainggolan Ternyata Bukan Orang Sembarangan

DEMOCRAZY.IDSuwondo Nainggolan merupakan anggota Polri yang tercepat meraih pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua di Kepolisian bersama Irjen Ferdy Sambo.


Irjen Pol Suwondo Nainggolan teman seangakatan Irjen Ferdy Sambo lulusan Akpol 1994.


Saat ini jabatan Irjen Suwondo Nainggolan adalah Kakorbinmas Polri.


Selain Irjen Pol Suwondo Nainggolan dan Irjen Ferdy Sambo, sesama alumni Akpol 1994 yang sudah meraih Jenderal bintang dua ialah Irjen Pol Adi Deriyan dan Irjen Roycke.


Irjen Pol Suwondo Nainggolan diketahui cukup dekat dengan masyarakat Kepulauan Riau saat menjabat sebagai Kapolres Karimun dan Wakapolresta Barelang.


Karirnya mentereng setelah ikut dalam tim Satgassus Merah Putih melakukan penangkapan 1 Ton sabu di perairan Kepri.


Usai membongkar jaringan Narkoba Internasional, Irjen Suwondo Nainggolan ikut dalam pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti).


Setelah lulus Sespimti, Suwondo pun menduduki jabatan sebagai Koorspripim Polri pada tahun 2019 dan ikut kemana Kapolri Jenderal Idham Azis bertugas.


Irjen Pol Suwondo Nainggolan lahir di Jakarta, 26 April 1972 (umur 48 tahun) .


Sejak 16 November 2020 mengemban amanat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri.


Suwondo, lulusan Akpol 1994 ini berpengalaman dalam bidang reserse. 


Terakhir ia juga ikut dalam penangkapan Djoko Tjandra tak lepas dari kerjasama tim Polri dengan Polisi Diraja Malaysia.


Riwayat Jabatan


- Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi

- Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus

- Kasubdit V/Korupsi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

- Pamen Polda Metro Jaya (2011)

- Kasubdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013)

‎- Kapolres Karimun (2014)

‎- Wakapolresta Barelang (2015)

- Kasubdit V Dittipidum Bareskrim Polri (2016)

‎- Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri

‎- Dirresnarkoba Polda Metro Jaya (2017)

- Karobinkar (2020)

- Kakorbinmas Baharkam Polri (2020)


Mengenal para Jenderal lulusan 1994 yang seangkatan Ferdy Sambo


Untuk diketahui alumni Akpol 1994 yang telah menyandang bintang dua selain Irjen Pol Ferdy Sambo diantaranya adalah Irjen Adi Deriyan Jayamarta yang saat ini mengemban Analis Kebijakan Utama bidang Pidkor Bareskrim Polri.


Selain itu ada Irjen Pol Suwondo Nainggolan yang menjabat Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakor Binmas) Baharkam Polri.


Jenderal bintang dua lainnya adalah Irjen Pol Roycke Harry Langie, mantan wakapolda Bali itu sekarang menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.


Kemudian ada Irjen Pol Dwiyono yang menjadi Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN).


Untuk berpangkat Brigjen ada Brigjen Pol Awal Chairuddin, yang sempat menjadi Ketua Alumni Akpol 94 dan mantan ajudan Wapres sebagai Tim Ahli Wapres. Terakhir ada Brigjen Dadang Hartanto sebagai sebagai Wakil Kapolda Sumut.


Harta Kekayaan Tak Dilaporkan Sejak Tahun 2012 hingga 2022


Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, harta dan kekayaan yang dilaporkan Irjen Suwondo Nainggolan sebesar Rp2.619.000.000.


Mirisnya, harta itu dia laporkan pada tahun 2011 atau sekitar 11 tahun yang lalu. 


Saat itu jabatan Suwondo masih penyidik/Kanit III - Subdit III - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. 


Dari sejak Tahun 2012 hingga Tahun 2022 ini, Irjen Suwondo Nainggolan tidak pernah lagi melaporkan harta kekayaannya.


Berdasarkan laporan harta kekayaan Suwondo pada 11 tahun silam, Suwondo melaporkan memiliki dua bidang tanah di Bekasi dan Karawang senilai Rp1,2 miliar.  


Untuk harta bergerak, dia melaporkan memiliki satu mobil Toyota RAV4 tahun 2002 seharga Rp86 juta. Harta bergerak lainnya Rp85 juta. 


Harta dari hasil usaha perternakan, pertanian, kehutanan, hingga pertambangan senilai Rp180 juta. 


Giro atau setara kas sebesar Rp68 juta. Untuk piutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 1 miliar. 


Jadi total harta dia pada Tahun 2011 yakni sebesar Rp2.619.000.000 (2,6 Miliar). [Democrazy]