Tergambar Peran Mafia, Kamaruddin Simanjuntak Usul Rumah Dinas Ferdy Sambo Jadi Museum: Semua Kena Prank! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

17 Agustus 2022

Tergambar Peran Mafia, Kamaruddin Simanjuntak Usul Rumah Dinas Ferdy Sambo Jadi Museum: Semua Kena Prank!

Tergambar Peran Mafia, Kamaruddin Simanjuntak Usul Rumah Dinas Ferdy Sambo Jadi Museum: Semua Kena Prank!

Tergambar Peran Mafia, Kamaruddin Simanjuntak Usul Rumah Dinas Ferdy Sambo Jadi Museum: Semua Kena Prank!

DEMOCRAZY.ID - Kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kini perlahan membuka tabir yang selama ini ditutupi.


Kepergian Brigadir J tak hanya meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga, namun juga menyisakan peristiwa yang perlahan mulai terungkap.


Kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 hingga kini belum juga diusut tuntas.


Meski para tersangka sudah ditangkap dan di tempatkan di Mako Brimob.


Para tersangka itu di antaranya, Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR atau Ricky Rizal dan Om Kuat orang sipil yang merupakan sopir Putri Candrawathi.


Sementara itu, kini kasus pembunuhan Brigadir J juga menguak banyak hal.


Salah satu yang santer menjadi sorotan publik adanya kelompok mafia di tubuh Polri.


Banyak berita yang menyebut pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo kepada ajudannya, Brigadir J terkait dengan mafia.


Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak mengatakan pembunuhan berencana yang dilakukan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo berlatar belakang bisnis Ferdy Sambo.


Kamaruddin mengatakan bahwa Ferdy Sambo memiliki bisnis terkait judi online dan narkoba.


Bahkan Ferdy Sambo ditengarai sebagai bendahara judi online berkode 303 yang menerima setoran dari para bandar.


Kamaruddin mengungkap bahwa Brigadir J salah satu yang mengetahui sepak terjang bisnis Ferdy Sambo dan membocorkannya pada istrinya, Putri Candrawathi.


Kamaruddin mengusulkan agar TKP pembunuhan menjadi museum Kadiv Propam Polri.


"Supaya diingat dan Polisi trauma dengan itu," usul Kamaruddin Simanjuntak.


Menurut Kamaruddin usulnya menjadikan rumah dinas tersebut sebagai museum, terkait dengan beragam kejadian di tempat tersebut dan menyeret banyak orang dan lembaga.


Kamaruddin menyebut dari lokasi itu semua kena prank Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi.


"Semua kena prank, Presiden kena prank, Menkopolhukam kena, Kompolnas kena prank, Komnas HAM, LPSK, semua kena," ujar Kamaruddin pada Selasa, 16 Agustus 2022.


"Di situ tergambar peran mafia, rencana pembunuhan, pembunuhan, hantaran mafia, muncul hoaks-hoaks sampai drama Duren Tiga," kata Kamaruddin Simanjuntak.


Dari kejadian pembunuhan Brigadir J ini juga, Kamaruddin mengungkapkan saat ini kesempatan Polisi untuk memperbaiki diri agar tak terulang lagi. [Democrazy/TG]