Ssstttt... Beberapa Hari Sebelum Gedungnya Terbakar, Polda Sumut Ternyata Sempat 'Dikalahkan' 2 Mafia, Kebetulan? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

26 Agustus 2022

Ssstttt... Beberapa Hari Sebelum Gedungnya Terbakar, Polda Sumut Ternyata Sempat 'Dikalahkan' 2 Mafia, Kebetulan?

Ssstttt... Beberapa Hari Sebelum Gedungnya Terbakar, Polda Sumut Ternyata Sempat 'Dikalahkan' 2 Mafia, Kebetulan?

Ssstttt... Beberapa Hari Sebelum Gedungnya Terbakar, Polda Sumut Ternyata Sempat 'Dikalahkan' 2 Mafia, Kebetulan?

DEMOCRAZY.ID - Kobaran api melahap lantai 2 bangunan kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Mapolda Sumut, Kamis (25/8/2022) malam. Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.50 WIB dari 


Sayangnya, di markas kepolisian tersebut hanya terlihat seorang petugas kepolisian mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan yang tersedia. 


Dan sebelum peristiwa yang menggugah sifat ke-detektif-an warga itu terjadi, dua kali Polda Sumut harus menelan pil pahit 'dikalahkan' mafia.


1. Pasrah Dikalahkan Mafia Galian C dan Tempat Hiburan Malam


Samsul Tarigan, lelaki yang sebelumnya dijadikan tersangka dalam kasus galian C ilegal, memenangkan upaya praperadilan atas Polda Sumut. 


Hakim PN Medan Eliwarti, dalam putusannya, mencabut status tersangka Samsul Tarigan. 


Bahkan, hakim PN Medan turut mencabut status DPO Samsul Tarigan dalam perkara galian C ilegal.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini memberikan jawaban datar.


"Penetapan tersangka dan DPO nya sudah digelarkan, dan hasil putusan gelar mencabut penetapan tersangka dan DPO Samsul Tarigan sesuai dengan hasil putusan prapid tersebut," kata Hadi Wahyudi, Selasa 16 Agustus 2022.


Meski demikian, polisi enggan berkomentar jauh soal kalah di sidang Praperadilan ini.


Polisi menyebut itu sudah keputusan pengadilan dan harus menghormatinya.


"Yang jelas kami menghormati itu, putusan dari pengadilan. Langkah selanjutnya penyidik yang mengetahui," ucapnya.


Sebelumnya, Samsul Tarigan berstatus DPO dan tersangka Samsul Tarigan sejak tahun 2019 silam.


Diketahui, Samsul Tarigan ditetapkan sebagai tersangka terkait penguasaan galian C yang berada di lahan milik PTPN II, di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara pada 2019 lalu.


Namun Samsul tak pernah hadir dalam pemeriksaaan hingga akhirnya dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang.


Kasus Samsul Tarigan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. 


Saat polisi sibuk mencari, tiba-tiba muncul foto Samsul Tarigan bersama anggota DPR RI dari PDIP, Arteria Dahlan!


Selain 'bermain' galian C, Samsul terkenal memiliki tempat hiburan malam. Salah satu yang terbesar adalah Sky Garden. 


Sudah jadi rahasia umum, jika Sky Garden menjadi pusat prostitusi di Deliserdang, Binjai dan Langkat. Karena memang lokasinya sangat strategis. Di perbatasan 3 kabupaten.


Saat Pandemi, Sky Garden masih bebas beroperasi. Beberapa kali dilakukan penutupan pun berakhir gagal.


2. Kena Prank Bos Judi Apin alias Jhoni


Apin adalah Sosok pengelola judi terbesar di Sumut. Ia sempat menjabat sebagai bendahara OKP loreng di Sumut.


Apin tidak hanya mengelola markas judi di Komplek Cemara Asri saja, tapi juga dibeberapa wilayah di Kota Medan dan Deliserdang.


Apin alias Jhoni juga patut diduga mengelola judi di Pasar VII Marelan, Desa manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.


Tidak hanya itu, Apin alias Jhoni juga disebut punya markas judi lain yang ada di Komplek J City, dan beberapa tempat lain di Jalan MT Haryono dan Jalan Industri Medan.


Belum lama ini, ketika kasus judi jadi sorotan dalam perkara pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo, markas judi Pasar VII Marelan, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang digerebek tim gabungan kepolisian.


Sayangnya, saat digerebek lokasi judi sudah kosong.


Tidak ada ditemukan aktivitas apa-apa, lantaran penggerebekan diduga bocor.


Selain menggerebek lokasi judi di Pasar VII Marelan, Desa Manunggal, polisi juga menggerebek lokasi judi lainnya di Jalan Pasar V, Dusun II, Desa Emplasmen Kualanamu Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang.


Kuat dugaan, bahwa sejumlah lapak judi yang digerebek petugas ini adalah milik Apin alias Jhoni.


Lucunya, setelah beberapa hari mencari dan menggeledah rumah Apin, polisi baru mengetahui sasarannya sudah kabur ke Singapura bareng keluarga. 


Hanya beberapa jam usai Polda Sumut menggerebek markas judi online Warung Warna Warni di Komplek Cemara Asri!!!


Lagi-lagi, penggerebekan diduga bocor. Bocor kok berkali-kali ya???


[Democrazy/WartaBerita]