Breaking

logo

02 Agustus 2022

SAKTI! Bharada Eliezer Disebut Punya Ilmu Lembu Sekilan, Lie Detector Bisa Tak Mempan!

SAKTI! Bharada Eliezer Disebut Punya Ilmu Lembu Sekilan, Lie Detector Bisa Tak Mempan!

SAKTI! Bharada Eliezer Disebut Punya Ilmu Lembu Sekilan, Lie Detector Bisa Tak Mempan!

DEMOCRAZY.ID - Mantan Kadiv hukum Polri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi mempertanyakan status dan proses hukum terhadap Bharada E atau Bharada Eliezer.


Pasalnya, sampai saat ini polisi masih belum menetapkan Bharada Eliezer sebagai tersangka pembunuh Brigadir Joshua.


Hal itu diungkap Aryanto Sutadi dalam video yang diunggah akun Youtube berjudul “Benarkah Bharada E lebih Sakti dari Jenderal?” yang diunggah pada Senin (1/8/2022).


“Tidak jelas sudah diperiksa polisi atau tidak,” ucapnya.


Yang juga membuat heran adalah, polisi terkesan ‘irit’ informasi soal Bharada Eliezer.


“Sejauh ini polisi belum pernah merilis Bharada E sudah diperiksa dimana. Apa pengakuanya? Apa keteranganya sehingga polisi membuat kesimpulan membela diri?” heran dia.


Ia lantas membandingkan kerja kepolisian dengan Komnas HAM yang sudah memeriksa Bharada Eliezer.


“Sementara dari polisi sendiri belum ada penjelasan mengenai status dan kira-kira peranan dari Bharada E itu,” sambungnya.


Karena itu, lanjutnya, tidak heran kemudian masyarakat makin menduga banyak kejanggalan dalam kasus baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu.


Disusul anggapan dan persepsi publik bahwa Bharada Eliezer adalah sosok yang ‘sakti’.


“Kenapa orang yang jelas dalam kasusnya dia menembak dan menimbulkan tewasnya Brigadir J dan sampai sekarang kok sepertinya seperti tidak tersentuh hukum?” tanya Aryanto.


Tidak hanya itu, publik pun menganggap Bharada Eliezer adalah pelaku utama tapi kebal hukum.


“Lebih lucu lagi yang dirilis Polri pertama kali, di hari ke-3 setelah kejadian itu, kan diterangkan itu terjadi tembak menembak,” ucapnya.


“Kemudian Brigadir J tembak duluan tujuh kali, tapi Bharada E tidak kena. Sampai dibilang viewer punya ilmu lembu sekilan,” lanjut Aryanto.


Menanggapi publik, Aryanto beranggapan penggunaan lie detector kepada ajudan Ferdy Sambo itu pun bisa saja jadi percuma.


Apalagi jika orang yang diperiksa menggunakan lie detector itu adalah orang yang biasa berbohong.


“Lie detector hanya bisa mempan untuk orang yang gak pernah berbohong,” tekan dia.


Aryanto menjelaskan, lie detector bekerja dengan menganalisa detak jantung sehingga bisa membedakan antara orang yang berbohong dengan tidak.


“Tapi kalu orangnya sering berbohong, orangnya tenang-tenang saja. Itu kelemahan lie detector,” terangnya.


Persepsi publik yang menilai Bharada Eliezer orang yang sakti adalah saat ia datang ke Komnas HAM untuk menjalani pemeriksaan.


Saat itu, anggota Brimob asal Manado itu datang belakangan dibanding ajudan Ferdy Sambo lainnya yang tepat waktu sesuai surat pemanggilan.


Akan tetapi Bharada E justru bisa datang terlambat beberapa jam.


Itupun ia datang dengan pengawal banyak anggota polisi berpangkat tinggi dari Bharada Eliezer.


“Dibilang sakti karena ketika dipanggil Komnas HAM, kalau jenderal paling dikawal berapa orang, enam sampai tujuh orang,”


“Ini Bharada E yang ngawal banyak orang, pangkatnya lebih tinggi,” tandasnya. [Democrazy]