Novel Baswedan 'Yakin' Konsorsium 303 Benar Ada di Tubuh Polri: Fenomena Gunung Es, di Bawahnya Jauh Lebih Besar! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

28 Agustus 2022

Novel Baswedan 'Yakin' Konsorsium 303 Benar Ada di Tubuh Polri: Fenomena Gunung Es, di Bawahnya Jauh Lebih Besar!

Novel Baswedan 'Yakin' Konsorsium 303 Benar Ada di Tubuh Polri: Fenomena Gunung Es, di Bawahnya Jauh Lebih Besar!

Novel Baswedan 'Yakin' Konsorsium 303 Benar Ada di Tubuh Polri: Fenomena Gunung Es, di Bawahnya Jauh Lebih Besar!

DEMOCRAZY.ID - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan perumpamaan terhadap kasus konsorsium 303 dengan fenomena gunung es.


Novel menduga sampai dengan saat ini terdapat kelompok perjudian di tubuh lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia.


Bahkan ia meyebut Konsorsium 303 diduga sudah menjadi 'penyokong' dari judi online hingga kasus narkoba.


Disebut lagi bahwa kasus-kasus seperti judi online dan narkoba juga sudah sampai menyeret banyak perwira Polri.


Novel juga meyakini adanya konsorsium 303 yang sudah menjadi bagian dari tindak korupsi di tubuh penegak hukum.


"Pemberitaan terkait dengan kepolisian contohnya yang sekarang sedang dilihat bahwa ada dugaan terkait kelompok tertentu yang mengendalikan perjudian atau narkoba, maka itu bagian korupsi di tubuh penegak hukum," ujar Novel, dikutip dari diskusi daringnya pada Sabtu, 27 Agustus 2022.


"Saya yakin itu hanya fenomena gunung es yang di bawahnya jauh akan lebih besar," tambahnya.


Diyakini Novel, persoalan seperti itu pasti juga terjadi di dalam institusi penegakan hukum lainnya dan bukan hanya kepolisian saja.


Selain ketidakadilan, sepupu Anies Baswedan itu menuturkan bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM) bisa juga terganggu jika penegakan hukum ternyata bermasalah.


"Perlindungan terhadap hak asasi manusia juga tentu akan banyak bermasalah di sana," pungkas Novel.


Maka dari itu,Novel berupaya terus melakukan pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi yang mana bisa saja hingga kini masih terjadi di lingkungan penegak hukum.


"Ini menjadi salah satu pilihan dan penting untuk disuarakan," lanjutnya.


Sebagaimana diketahui, peristiwa Duren Tiga dengan korban Brigadir J menyeret Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka hingga pemberhentian tidak hormat dari Polri.


Ferdy Sambo tidak terima. Dia menyatakan banding meski kabar sebelumnya dirinya telah mengajukan mundur dari institusi Polri.


Babak baru Ferdy Sambo makin menarik disimak, belakangan muncul rumor adanya upaya saling buka borok sejumlah jenderal lewat grafis pembagian tugas pada dugaan kasus judi online.


"Sambo itu licik. Sejak awal juga sudah mampu bermain dengan kekuatan besar. Kemungkinan ada kakak asuh yang menjadi back up-nya,” jelas praktisi hukum Syamsul Arifin.


Ferdy Sambo akan memainkan pola buka-bukaan ini lewat tangan lain. Kondisi ini sebagai upaya memperkeruh di tubuh Polri. 


"Buka-bukaan di tubuh Polri itu akan lebih bagus. Ini semacam balas dendam. Setelah Ferdy Sambo resmi dipecat dari Polri berdasarkan putusan Sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP). Kita tonton saja,” urai Syamsul Arifin.


Publik, pasti mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal upaya mengejar rumor ‘Konsorsium 303’. Setelah muncul perintah dari orang paling penting di tubuh Polri.  [Democrazy/DW]