Miris! Pengakuan Pria Yang Diduga Korban Salah Tangkap Polisi: Dipukul dan Ditelanjangi | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

27 Agustus 2022

Miris! Pengakuan Pria Yang Diduga Korban Salah Tangkap Polisi: Dipukul dan Ditelanjangi

Miris! Pengakuan Pria Yang Diduga Korban Salah Tangkap Polisi: Dipukul dan Ditelanjangi

Miris! Pengakuan Pria Yang Diduga Korban Salah Tangkap Polisi: Dipukul dan Ditelanjangi

DEMOCRAZY.ID - Aidil Aditiawan (33 tahun), pria yang diduga menjadi korban salah tangkap polisi melaporkan 4 oknum anggota Polsek Seberang Ulu I, Palembang ke Propam Polda Sumsel.


Aidil melalui penasihat hukumnya, Muhammad Romadhona, mengatakan kliennya itu merupakan seorang PLH di salah satu instansi pemerintahan Pemkot Palembang. 


Penangkapan sendiri terjadi Jumat (19/8) saat Aidil akan mengambil uang gajinya ke ATM.


Menurutnya, penangkapan yang dilakukan oleh 4 oknum polisi itu tidak sesuai dengan SOP hingga melakukan intimidasi yang menyebabkan kliennya mengalami siksaan fisik dan psikis hingga mengalami luka lebam di wajah dan bagian pinggul.


"Klien kami ditendang dari belakang hingga tersungkur. Selain itu juga ditelanjangi di muka umum," kata Romadhona, Jumat (26/8).


Romadhona bilang, korban yang kebingungan saat diperiksa polisi di pinggir jalan hanya menuruti perintah oknum tersebut. 


Dirinya digeledah untuk mencari narkoba yang dituduhkan.


"Klien kami dibawa ke kantor polisi, diborgol, serta dipukuli," katanya.


Akibat penyiksaan itu, tidak kuat lalu pingsan saat masih disiksa polisi. 


Setelah bangun ia baru sadar kalau sudah berada di rumah sakit.


"Tidak ada ditemukan alat bukti yang dituduhkan kepada klien kami, seperti yang dituduhkan," katanya.


Kemudian, setelah di rumah sakit, orang tua Aidil baru ditelepon dan dikabarkan jika anaknya berada di rumah sakit. 


Romadhona menerangkan, dari pengakuan kliennya oknum yang menangkap tanpa surat perintah dan tanpa penjelasan.


"Ada empat oknum yang kami laporkan, karena saat penangkapan mereka bergerombol. Kita melapor ke propam oknum tersebut, dan sudah mendapat surat bukti terima laporan," katanya.


Kapolsek SU I Palembang, Kompol Ahmad Firdaus, membantah pernyataan korban dan keluarga Aidil atas kasus dugaan salah tangkap dan penganiayaan. 


Bahkan menurutnya, Aidil justru diselamatkan polisi saat melompati gedung.


Dirinya pun membantah ada pemukulan terhadap korban, dan menyebut luka-luka korban akibat perbuatannya sendiri. 


Dari hasil tes urine, Firdaus menyebut korban pun positif mengkonsumsi narkoba.


"Dia itu memang sudah jadi Target Operasi (TO). Dirinya juga mengakui waktu diperiksa kalau mau beli narkoba. Hanya saja tidak jadi," katanya.


Kapolsek juga tidak mempermasalahkan atas laporan Aidil ke Propam Polda Sumsel. 


Ia mengaku akan melakukan pembuktian secara hukum.


"Itu hak dia (Aidil) kalau mau melapor ke Propam Polda Sumsel. Nanti kita buktikan saja," katanya. [Democrazy/kumparan]