Mengejutkan! Penasihat Kapolri Sebut Nama Seorang Profesor Saat Singgung Ada 'Penumpang Gelap' di Kasus Brigadir Joshua | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

21 Agustus 2022

Mengejutkan! Penasihat Kapolri Sebut Nama Seorang Profesor Saat Singgung Ada 'Penumpang Gelap' di Kasus Brigadir Joshua

Mengejutkan! Penasihat Kapolri Sebut Nama Seorang Profesor Saat Singgung Ada 'Penumpang Gelap' di Kasus Brigadir Joshua

Mengejutkan! Penasihat Kapolri Sebut Nama Seorang Profesor Saat Singgung Ada 'Penumpang Gelap' di Kasus Brigadir Joshua

DEMOCRAZY.ID - Siapakah penumpang gelap dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo yang disinggung Penasihat Ahli Kapolri, Prof Hermawan Sulistyo?


Saat menjadi narasumber di Kompas Petang, Penasihat Ahli Kapolri, Prof Hermawan Sulistyo menyebut dugaan adaya penumpang gelap dalam kisruhnya kasus pembunuhan Brigadir J yang diotaki Ferdy Sambo.


"Banyak penumpang gelap," ucap Hermawan Sulistyo dikutip TribunJakarta dari YouTube Kompas TV.


Saat itu, Hermawan Sulistyo juga mengaku melihat video seorang profesor di YouTube, yang menyampaikan pandangan kontrovesial soal Mabes Polri.


Menurut Hermawan Sulistyo, profesor tersebut menyarankan agar Mabes Polri dibubarkan.


Mendengar pernyataan Hermawan Sulistyo, pembawa acara Kompas Petang sontak penasaran siapa sosok profesor yang dimaksud.


"Ini saya nemuin ada profesor saya enggak tahu ini benar profesor apa engga," ucap Hermawan Sulistyo.


"Bisa ngomomg di YouTube Mabes itu mafia besar katanya, bubarin aja Mabes Polri," tegasnya.


"Siapa Prof?" tanya pembawa acara.


Dengan tegas Hermawan Sulistyo menyebut profesor tersebut, adalah Profesor Suteki.


Prof Suteki merupakan guru besar di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, namun dia dicopot dari jabatannya sekitar beberapa tahun yang lalu.


"Profesor Suteki, dia mikir enggak?" kata Hermawan Sulistyo.


Menurut Hermawan Sulistyo gagasan atau saran yang disampaikan Prof Suteki sangat berbahaya, kalau sampai direalisasikan oleh DPR.


Hermawan Sulistyo lalu membeberkan bahaya atau permasalahan yang akan timbul jika Mabes Polri dibubarkan.


"Gagasan ini karena dianggap dari Profesor, terus ditangkap anggota DPR, lalu diubah struktur Polri, anggarannya dari mana?" tegas Hermawan Sulistyo geram.


"Anggaran itu kan terpusat, enggak bisa langsung ke Polda, nanti rebutan," imbuhnya.


Hermawan Sulistyo menilai alasan Prof Suteki menyampaikan saran kontroversial tersebut, karena ingin muncul di TV.


"Pengen nampang di TV kali," ucap Hermawan Sulistyo.


Tak cuma soal anggaran, apabila Mabes Polri dibubarkan Indonesia juga akan mengalami kesulitan jika ada kasus kejahatan berhubungan dengan negara lain.


"Kalau itu dilakukan yang mewakilkan indonesia ke dunia luar itu siapa? Terus kalau interpol kejahatan lebih dari satu Polda, Polda yang mana?" ucap Hermawan Sulistyo.


"Ini pikiran yang kaya gini, yang tidak kapasitas mending tutup mulut," imbuhnya.


Prof Suteki Minta Polri Dibubarkan



Profesor Suteki mengatakan perlu dilakukan reformasi polisi, yakni dengan cara membubarkan Mabes Polri.


Hal tersebut disampaikan Prof Suteki saat menjadi narasumber di YouTube Refly Harun.


"Perlu ada reformasi polisi? Caranya dengan bubarkan Mabes Polri, jadi membubarkan Mabes Polri cukup dengan Polda di masing-masing daerah," ucap Prof Suteki.


Tak cuma itu, menurut Prof Suteki jabatan Kapolri sebaiknya dihilangkan, karena menurutnya syarat dengan unsur politis.


"Enggak perlu ada Kapolri," ucap Prof Suteki. [Democrazy/Tribun]