LENGKAP! Pernyataan Kontroversial Benny Mamoto, Terkesan Membela Ferdy Sambo dan Sudutkan Brigadir Joshua | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

08 Agustus 2022

LENGKAP! Pernyataan Kontroversial Benny Mamoto, Terkesan Membela Ferdy Sambo dan Sudutkan Brigadir Joshua

LENGKAP! Pernyataan Kontroversial Benny Mamoto, Terkesan Membela Ferdy Sambo dan Sudutkan Brigadir Joshua

LENGKAP! Pernyataan Kontroversial Benny Mamoto, Terkesan Membela Ferdy Sambo dan Sudutkan Brigadir Joshua

DEMOCRAZY.ID - Pernyataan lengkap Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang kontroversi setelah Bharada E mengaku soal kronologi kasus penembakan Brigadir J yang sebenarnya.


Benny Mamoto terkesan membela Ferdy Sambo dan salahkan Brigadir J dalam kasus penembakan Brigadir J.


Kini nama Benny Mamoto menjadi perbincangan publik.


Benny Mamoto menjadi perbincangan publik setelah video pernyataannya yang terkesan membela Ferdy Sambo viral di media sosial.


Bahkan pernyataan Benny Mamoto disinyalir terkesan hanya menjadi juru bicara Kapolri ketimbang menjalankan tupoksinya sebagai pengawas kinerja Polri.


Benny Mamoto menjelaskan detail tembak-menembak antara Brigadir J dengan Bharada E.


Yaitu seperti dalam cerita Bharada E yang disebutkan sebagai rekayasa dan penuh skenario yang direncanakan.


Yang sama seperti kronologi awal yang dirilis pihak kepolisian.


Dikutip dari channel YouTube Refly Harun yang menampilkan cuplikan video Benny Mamoto yang kontras dengan pengakuan Bharada E saat ini.


Benny Mamoto menjelaskan bahwa tidak ada kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J.


Bahkan dalam video tersebut, Benny Mamoto menyebutkan dirinya sempat turun langsung dan bahkan mendengarkan langsung melihat bukti-bukti terkait kasus kematian Brigadir J.


"Saya perlu turun karena banyaknya silang informasi yang membuat bingung masyarakat. Sehingga saya turun langsung mendengar langsung, melihat langsung, bukti-bukti yang ada termasuk foto-foto yang ada," kata Benny Mamoto.


Benny Mamoto pun menjelaskan kronologi yang disebutkan Bharada E itu adalah kronologi yang direkayasa.


Benny Mamoto mengatakan bahwa kasus kematian Brigadir J memang berawal dari pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.


"Jadi kasus ini memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J. Dia masuk ke kamar istri Ferdy Sambo, kemudian Bharada E itu dengar langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa, setelah turun ternyata ditemui di situ ada Brigadir J yang justru malah menodongkan senjata kemudian melakukan tembakan. Nah kemudian terjadilah tembak menembak yang akhirnya Brigadir J meninggal dunia," bebernya.


Tak hanya itu, Benny Mamoto pun menjelaskan kenapa peluru yang ditembakan Brigadir J meleset hingga menyebut bahwa Bharada E adalah jago menembak.


"Mungkin orang sering bertanya ini dalam kasus ini kenapa 7 tembakan Brigadir J enggak ada yang kena, sementara 5 tembakan Bharada E itu kena semua," ucapnya.


"Nah yang pertama perlu dijelaskan bahwa kondisi Brigadir J ini dalam keadaan panik dan dalam keadaan tidak fokus untuk membidikan senjatanya karena kaget ketahuan. Sehingga arah tembakannya tidak menentu disamping itu juga terhalang oleh tangga. Sementara itu Bharada E, dapat fokus karena dia ada di atas bisa mengarahkan senjatanya ke Brigadir J. Ini posisinya sehingga memudahkan dia membidik. Di samping itu Bharada E juga ternyata juara menembak dari Brimob sehingga bidikannya tepat," tambahnya. [Democrazy]