Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional: Penasihat Kapolri Itu Operator Bagi-Bagi Duit di Kasus Ferdy Sambo! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

19 Agustus 2022

Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional: Penasihat Kapolri Itu Operator Bagi-Bagi Duit di Kasus Ferdy Sambo!

Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional: Penasihat Kapolri Itu Operator Bagi-Bagi Duit di Kasus Ferdy Sambo!

Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional: Penasihat Kapolri Itu Operator Bagi-Bagi Duit di Kasus Ferdy Sambo!

DEMOCRAZY.ID - Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Univesitas Bhayangkara Hermawan Sulistyo sebut bekas staf dan Penasihat Ahli Kapolri, Fahmi Alamsyah, adalah pihak yang membagi-bagikan uang dalam pusaran kasus pembunuhan yang dihadapi Irjen Ferdy Sambo.


Pernyataan itu disampaikan oleh Hermawan Sulistyo ketika merespons pernyataan Penasihat TAMPAK Saor Siagian soal aliran dana dalam pusaran kasus pembunuhan Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Kompas Petang, Jumat (19/8/2022).


“Dia bukan kecipratan, dia yang membagi, gimana? Wong dia pelaku kok,” ucap Hermawan Sulistyo.


Hermawan Sulistyo lebih lanjut menyampaikan, Fahmi Alamsyah dalam eksistensinya bukan hanya dikenal sebagai staf dan penasihat ahli kapolri.


Lebih dari itu, kata Hermawan Sulistyo, Fahmi Alamsyah bahkan dikenal kerap membagi-bagi duit.


“Kalau yang khusus tadi ke penasihat itu, ada satu penasihat yang bukan hanya kecipratan, tapi dia membagi-bagi duit, gitu,” ungkap Hermawan Sulistyo.


“Itu di kalangan teman-teman di luar itu, Fahmi Alamsyah itu.”


Dikonfirmasi, apakah uang yang dibagi-bagikan Fahmi Alamsyah berasal dari Irjen Ferdy Sambo.


Hermawan Sulistyo mengaku tidak tahu dari mana asal usul uang yang dibagikan oleh Fahmi Alamsyah ke sejumlah pihak.


“Ya enggak tahu saya, bukan penyidik. Kami cuma tahu bahwa dia ini operator yang menyusun skenario-skenario setelah penembakan, lalu dia menyusun bersama Sambo bahwa ini tembak menembak,” ujar Hermawan Sulistyo.


“Dia menyusun skenario pelecehan seksual dan publik percaya itu yang menjadi masalah.”


Oleh karena itu, kata Hermawan Sulistyo, Fahmi Alamsyah ditekan untuk mundur dari jabatan staf dan penasihat ahli kapolri.


Bukan hanya itu, Hermawan Sulistyo mengungkapkan soal polemik aliran dana tersebut juga membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi tertantang.


“Kapolri bilang, dibuka saja kalau saya terima duit, jumlahnya berapa, kapan? Buka-bukaan saja.” [Democrazy]