Kamaruddin Bongkar Ada Jenderal Bintang 3 Ketakutan Tangani Kasus Sambo, Penyidik Sampai Tolak Bukti, Siapa? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

25 Agustus 2022

Kamaruddin Bongkar Ada Jenderal Bintang 3 Ketakutan Tangani Kasus Sambo, Penyidik Sampai Tolak Bukti, Siapa?

Kamaruddin Bongkar Ada Jenderal Bintang 3 Ketakutan Tangani Kasus Sambo, Penyidik Sampai Tolak Bukti, Siapa?

Kamaruddin Bongkar Ada Jenderal Bintang 3 Ketakutan Tangani Kasus Sambo, Penyidik Sampai Tolak Bukti, Siapa?

DEMOCRAZY.ID - Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengungkapkan sejumlah pihak kepolisian yang ketakutan dalam menangani kasus pembunuhan yang menjerat Irjen Ferdy Sambo.


Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dalam kasus dugaan tewasnya ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.


Brigadir J. diduga tewas ditembak di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri yang berada di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).


Kamaruddin mengatakan jenderal polisi bintang 3 yang mengaku ketakutan menangani kasus Ferdy Sambo itu curhat langsung kepadanya.


Demikian pengakuan Kamaruddin Simanjuntak tersebut diungkapkan dalam program acara AIMAN Kompas TV.


Sebelum membeberkan hal tersebut, awalnya Kamaruddin membahas soal uang senilai Rp200 juta milik Brigadir J yang ditransfer seseorang ke rekening salah satu tersangka yaitu Bripka Ricky Rizal.


Dalam pembahasan itu, Kamaruddin menyampaikan agar Polri meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terutama untuk menyelidiki aliran dana yang ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Brigadir J.


"Jadi, di sini ada kejahatan perbankan libatkan PPATK supaya terang," ujar Kamaruddin.


Bukan tanpa alasan Kamaruddin meminta PPATK terlibat dalam penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J.


Selain melibatkan perbankan, kata dia, ada pejabat tinggi Polri yakni jenderal bintang tiga yang curhat kepadanya bahwa dia cukup ketakutan menangani kasus Ferdy Sambo.


"Kalau di sana terus yang menyidik (Polri),  jenderal bintang tiga sudah curhat ke saya (ketakutan)," ujar Kamaruddin.


Kamaruddin mengatakan jenderal bintang 3 itu menilai kalau dirinya terlalu berani dalam menangani kasus pembunuhan Briadir J.


"'Abang terlalu berani, kami aja ketakutan', 'Kenapa kalian takut?', 'Harusnya mafia yang takut sama kita'," kata Kamaruddin menirukan obrolannya dengan jenderal bintang tiga tersebut.


Katika ditanya Aiman mungkin ucapan jenderal bintang tiga itu hanya bercanda, Kamaruddin mengatakan tidak tahu. 


Intinya, kata Kamaruddin, jenderal bintang tiga itu bicara demikian kepadanya.


"Saya enggak tahu bercanda atau engga, mereka enggak tahu siapa kawan siapa lawan, Ferdy Sambo ini walau bintangnya dua ada yang back up dia," ujar Kamaruddin.


Kamaruddin mencontohkan adanya ketakutan itu ketika ia mengirimkan bukti-bukti terkait peristiwa pembunuhan Brigadir J ke penyidik.


"Sebagai bukti nih, saya mau nge-WA bukti ke hp penyidik, nah penyidik yang ketakutan," kata Kamaruddin.


"Takut HP-nya dipantau, ada juga penyidik yang menolak bukti."


Adapun dalam kasus pembunuhan Brigadir J, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. 


Tiga di antaranya anggota Polri, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, dan Bripka Ricky Rizal. 


Dua lainnya adalah warga sipil yakni istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan serta seorang asisten rumah tangga Sambo Kuat Maruf.


Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsider 338 juncto 55 dan 56 KUHP tentang Pembunuhan Terencana. [Democrazy/ktv]