Harga Telur Naik 30 Ribu Per Kilo, Mendag Zulhas: Enggak Seberapa Kok, Gak Usah Diributkan | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

24 Agustus 2022

Harga Telur Naik 30 Ribu Per Kilo, Mendag Zulhas: Enggak Seberapa Kok, Gak Usah Diributkan

Harga Telur Naik 30 Ribu Per Kilo, Mendag Zulhas: Enggak Seberapa Kok, Gak Usah Diributkan

Harga Telur Naik 30 Ribu Per Kilo, Mendag Zulhas: Enggak Seberapa Kok, Gak Usah Diributkan

DEMOCRAZY.ID - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta masyarakat agar tidak meributkan harga telur ayam yang naik dan tertinggi dalam sejarah. 


Zulhas menilai, harga telur ayam saat ini masih batas wajar.  Dia lalu membandingkan harga telur ayam dengan misi dagang yang berhasil dicapai dari India.


"Oh itu enggak seberapa kok. Jangan diributkan ya. US$3,2 miliar (misi dagang dengan India) itulah yang ditulis," ujarnya singkat saat ditemui di Gedung Kemendag, Selasa 23 Agustus 2022.


Menanggapi itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyayangkan pernyataan Zulhas tersebut. 


Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri menilai, Mendag seharusnya mendorong agar harga telur ayam bisa turun.


"Kami meminta kepada Kementrian Perdagangan untuk melakukan upaya-upaya lanjutan tidak hanya ber-statement yang justru akan membuat kegaduhan," ujarnya dalam siaran resminya, Selasa 23 Agustus 2022.


Mansuri mengatakan, kenaikan harga telur itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir. 


"Ribut ini karena ada jeritan dari emak-emak yang terus mengalir kepada kami sehingga kami mau tidak mau harus mendorong agar pemerintah mencarikan solusi," kata dia.


IKAPPI berharap agar persoalan di lapangan seperti persoalan pangan, petelur, persoalan distribusi menjadi persoalan yang fokus diselesaikan oleh Kemendag. 


"Bukan malah lari dari persoalan," katanya. 


IKAPPI meminta Kementerian Perdagangan melakukan upaya-upaya lanjutan, tidak hanya memberi pernyataan yang justru akan membuat kegaduhan.


"Upaya-upaya ini diharapkan adalah mengumpulkan peternak-peternak besar atau petelur-petelur besar dalam rangka mencari solusi dan langkah apa yang harus dilakukan ke depan, bukan justru menyampaikan bahwa supply berlebih dan kita tidak boleh ribut," ujarnya. [Democrazy/FIN]