Di Depan Belasan Petinggi Polisi, Romo Syafii Sebut 'Misteri KM 50' Lebih Hebat dari Kasus Brigadir Joshua | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

26 Agustus 2022

Di Depan Belasan Petinggi Polisi, Romo Syafii Sebut 'Misteri KM 50' Lebih Hebat dari Kasus Brigadir Joshua

Di Depan Belasan Petinggi Polisi, Romo Syafii Sebut 'Misteri KM 50' Lebih Hebat dari Kasus Brigadir Joshua

Di Depan Belasan Petinggi Polisi, Romo Syafii Sebut 'Misteri KM 50' Lebih Hebat dari Kasus Brigadir Joshua

DEMOCRAZY.ID - Di depan belasan petinggi polisi, Romo Syafii dari Komisi III DPR menyebut misteri KM 50 tewasnya 6 laskar FPI lebih hebat dari kasus kematian Brigadir Joshua.


Romo Syafii mengungkap kasus KM 50 lebih hebat dari kasus Joshua di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan jajarannya saat rapat di Komisi III DPR, Rabu (24/8).


“Misteri di KM 50 itu, saya kira lebih hebat ketimbang misteri kematian J. CCTV rusak tapi nggak ada kejelasan, lokasi dihilangkan. Sekarang saya lihat kemarin sudah dibeko semuanya,” kata politisi Gerindra bernama lengkap Romo HR Muhammad Syafii ini.


“Ini semua penghilangan alat bukti. Saya kira ini sesuatu yang bertentangan dengan tata cara penanganan di tubuh kepolisian,” ujar Romo Syafii lagi.


Politisi dari Dapil Sumut ini juga mengungkap rumor soal mobil yang sama muncul di lokasi kejadian KM 50 dan pembunuhan Brigadir Joshua.


Romo Syafii lantas menilai peristiwa KM 50 itu masih banyak misteri yang belum terungkap ke publik. Salah satunya terkait dengan CCTV yang dikatakan rusak.


Meskipun sudah dibubarkan, Romo meminta kepada Kapolri untuk melakukan audit terhadap Satgasus Merah Putih.


Satgasus yang dipimpin oleh Ferdy Sambo itu diduga terlibat dalam kasus KM 50 yang menewaskan 6 laskar FPI.


Menurut dia, audit Satgasus itu harus dilakukan untuk mengungkap secara rinci terkait aliran dana tim tersebut.


“Mungkin dengan audit kita bisa lihat benang merah Satgasus dengan KM 50,” ujar Romo Syafii dari Gerindra ini.


Lebih lanjut, Romo juga meminta kepada Kapolri agar pengurus Satgasus itu tidak lagi menjadi bagian dari institusi Polri.


“Tentang pembubaran Satgasus Merah Putih yang dipimpin oleh Saudara Sambo, saya rasa keinginan publik memang lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” katanya.


“Tapi saya rasa harus ada audit dulu, untuk mengetahui semua aliran dananya khawatir istilah uang hantu dimakan setan. Ada bisnis apa saja dan yang lebih penting audit program seperti peristiwa KM 50,” tuturnya lagi.


Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memberikan tanggapan soal KM 50 ini. 


Menurutnya, pihaknya masih menunggu putusan dari pengadilan tinggi atas banding yang dilakukan jaksa.


Tapi apabila ada novum atau fakta baru tentunya Polri akan memproses.


“Namun, tentunya kami akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus yang ada, karena saat ini akan masuk ke tahapan kasasi. Jadi kami menunggu itu,” ujar Jenderal Sigit.


“KM 50 ini juga saat ini juga sudah berproses di pengadilan, memang sudah ada keputusan dan kita lihat juga jaksa saat ini sedang mengajukan banding terhadap kasus tersebut,” ujar Jenderal Sigit di Komisi III DPR yang hadir bersama petinggi polisi lainnya. [Democrazy/pojoksatu]