Detik-detik Kapolri Dibohongi Ferdy Sambo Soal Kematian Brigadir Joshua | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

18 Agustus 2022

Detik-detik Kapolri Dibohongi Ferdy Sambo Soal Kematian Brigadir Joshua

Detik-detik Kapolri Dibohongi Ferdy Sambo Soal Kematian Brigadir Joshua

Detik-detik Kapolri Dibohongi Ferdy Sambo Soal Kematian Brigadir Joshua

DEMOCRAZY.ID - Salah satu penasihat Kapolri, Prof Hermawan Sulistyo bocorkan sikap Kapolri yang marah terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo lantaran membohonginya terkait skenario tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.


Dikutip dari Youtube tvOne, Kamis, 18 Agustus 2022, Hermawan yang biasa disapa Prof Kikiek ini mengatakan jika, saking penasarannya dengan kasus ini, Kapolri bahkan memeriksa langsung kejadian tersebut.


"Jadi Sambo kan melapor (Kapolri), melapor kejadiannya sendiri seperti yang dibuatkan skenarionya oleh penasihat Kapolri ini. 


Sambo memberikan informasi yang salah ke Kapolri, jadi yang terjadi adalah polisi tidak melindungi, yang melindungi itu Sambo sendiri," ujar Hermawan.


"Jadi itu kan malam, Sambo ditanya (oleh Kapolri), sudah lapor ke penyidik apa belum. Setelah itu Kapolri cari tahu sendiri. 


Bahkan sebelum ada laporan dari pengacara, Kapolri bilang ini bisa kena 340 KHUP loh, dia yang periksa sendiri. Dia (Kaporli) minta penyidik untuk cari ke arah pasal 340 (pembunuhan berencana)," kata dia. 


Dia menegaskan jika dalam kasus ini, Kapolri tidak melindungi sama sekali setiap anak buahnya yang terlibat tindak pidana.


"Ini kan bukan institisi yang melindungi polisinya tetapi polisinya sendiri yang lindungi dia sendiri. Mengapa itu bisa terjadi karena kewenangan diskresi. 


Misal kalau polisi mau nembak, dia tidak perlu izin dari atasan kalau mau menembak, jadi karena punya kewenangan diskresi ini mereka punya hak menembak. Tinggal akibat dari penembakannya itu yang harus dipertanggungjawabkan," kata dia. 


Trik Jahat Irjen Sambo, dari Ganti HP Semua Saksi hingga CCTV Hilang


Salah satu Penasihat Kapolri, Prof Hermawan Sulistyo mengatakan jika mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sudah merencanakan pembunuhan Brigadir J dengan sedemikian rupa. 


Hal ini terbukti dengan rusaknya tempat kejadian perkara hingga ilangnya barang bukti salah satunya CCTV.


"Tak hanya itu, semua HP yang disita penyidik dari saksi-saksi itu HP baru, HP yang lama enggak ada. Terus TKP nya bersih terus dipel, terus CCTV ilang , kalau ada ketemu CCTV yang satu itu kan belakangan," ujar Hermawan di Youtube tvOne yang dikutip , Kamis, 18 Agustus 2022.


"Ini yang bikin Kapolri marah dan dia periksa sendiri satu-satu bener gak, ya memang buktinya enggak ada itu yang susah," kata dia lagi. [Democrazy]