DEBAT PANAS Arteria vs Kamaruddin, DPR Disebut Terima Dana Dari Sambo | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

24 Agustus 2022

DEBAT PANAS Arteria vs Kamaruddin, DPR Disebut Terima Dana Dari Sambo

DEBAT PANAS Arteria vs Kamaruddin, DPR Disebut Terima Dana Dari Sambo

DEBAT PANAS Arteria vs Kamaruddin, DPR Disebut Terima Dana Dari Sambo

DEMOCRAZY.ID - Kasus Pembunuhan Berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo berbuntut panjang. 


Bahkan kini mencuat isu mengenai aliran dana dari bisnis gelap Ferdy Sambo.


Debat panas ini bermula ketika Kamaruddin menyinggung kinerja DPR mengapa seakan diam dalam kasus Ferdy Sambo ini. 


Bahkan Kamaruddin sempat menyurati Komisi III DPR beberapa kali namun tak pernah dibalas. 


"Kadivpropam itu kan tukang pukulnya kapolri, ibaratnya kapolri ke mana dia tuh ada disampingnya. Orang lagi rapat di komisi III aja dia ada disampingnya. Ketika mau calon kapolri dia ada di sampingnya. Pertanyaannya apa sih kerjaan komisi III. Jangan-jangan dia kebagian juga. Itu yang dipertanyakan. Itu yang dipertanyakan. Saya kirim surat ke komisi III ga pernah dibalas," kata Kamaruddin dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, Selasa 23 Agustus 2022.


Mendengar apa yang dikatakan Kamaruddin, Arteria langsung merespon. 


Menurut Arteria apa yang dikatakan Kamaruddin adalah tuduhan serius.


"Bagi saya ini tuduhan serius. Saya kira Pak Kamaruddin bisa memperlihatkan buktinya. Saya juga nanti hari ini saya minta MKD untuk periksa Pak Kamaruddin untuk bisa menjelaskan dengan gampangnya mengatakan jangan-jangan komisi III itu terima uang dari kasusnya Sambo," kata Arteria menyanggah tudingan Kamaruddin. 


Namun Kamaruddin mengatakan, bahwa dia tak menuduh. Tetapi yang dikatakan merupakan bentuk kecurigaan.


"Jangan jangan itu bukan tuduhan kemana komisi III sudah saya surati komisi III termasuk aliran uang yang dikelola 300 triliun dimana pengelolaannya menyimpang uang itu di setiap apartemen tidak ada yang dibalas," kata Kamaruddin


Arteria kemudian menjawab "Ini mau mencabut apa engga ini, kalo mencabut saya jelasin. Kalo engga ya kita..," 


Belum sempat Arteria menyelesaikan ucapannya, Kamaruddin langsung menjawab. 


"Apa yang terucap dari mulut saya, sampai kiamat tak pernah tercabut karena saya punya buktinya," kata Kamaruddin dengan nada tinggi


Arteria kemudian tak mau kalah dan menantang Kamaruddin memberikan Bukti. 


"Yaudah saya minta buktikan aliran dana dari komisi III saya minta buktikan," ujar Arteria


"Saya bilang jangan-jangan," kata Kamaruddin


"Kita ini berusaha menyelesaikan masalah. Anda jangan buat masalah baru," kata Arteria


Kamaruddin menjelaskan kecurigaan yang dia lontarkan karena dirinya berkali-kali kirim surat ke Komiso III tak ada yang di balas. 


Namun Arteria mengatakan, "Ya itu surat anda tidak dijawab tapi bukan berarti menghalalkan anda menuduh seenaknya," ujar Arteria seraya membentak Kamaruddin.


Dalam perdebatan yang memanas, kemudian keduanya ditengahi oleh eks Pengacara Bharada E Deolipa Yumara. 


Alih-alih mendamaikan, justru Deolipa sempat ikut tersulut emosi dengan Kamaruddin.


Namun pada akhirnya Deolipa mampu meredam emosi di antara keduanya. 


"Saya paham pengacara, jangan-jangan itu kode, dugaan dan itu ga bisa dianggap salibg menuduh. Jadi Pak Arteri jangan marah juga," ujar Deolipa.


Suasana yang semula memanas perlahan mulai teduh. Keduanya mulai saling mengeluarkan pendapatnya terkait kasus sambo ini. [Democrazy/viva]