Cerita Ustadz Yahya Waloni Dikurung di Bawah Tanah Bareng Napoleon Bonaparte dan Habib Rizieq | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

29 Agustus 2022

Cerita Ustadz Yahya Waloni Dikurung di Bawah Tanah Bareng Napoleon Bonaparte dan Habib Rizieq

Cerita Ustadz Yahya Waloni Dikurung di Bawah Tanah Bareng Napoleon Bonaparte dan Habib Rizieq

Cerita Ustadz Yahya Waloni Dikurung di Bawah Tanah Bareng Napoleon Bonaparte dan Habib Rizieq

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah Islam, Ustaz Yahya Waloni menceritakan tentang pengalamannya selama mendekam di Rutan Bareskrim Mabes Polri.


Ustaz Yahya Waloni sempat ditahan setelah menyandang status tersangka dugaan kasus ujaran kebencian berdasarkan SARA.


Kini Ustaz Yahya Waloni sudah dinyatakan bebas dari penjara pasca menjalani masa penahanan selama 5 bulan.


Pendakwah berusia 51 tahun itu sudah menghirup udara segar lagi sejak 31 Januari 2022 lalu.


Ustaz Yahya Waloni menyebut bahwa dirinya mendekam di dalam penjara bawah tanah yang ada di Rutan Bareskrim Mabes Polri.


Karena ada di ruangan bawah tanah, Ustah Yahya Waloni mengaku dirinya sampai kesulitan untuk bisa melihat sinar matahari.


Selain itu, dia juga mengatakan masuk di dalam sel atau ruangan bersama terpidana kasus suap dari Djoko Tjandra yakni Napoleon Bonaparte.


Tidak hanya Napoleon Bonaparte saja, tetapi sel tahanan Ustaz Yahya Waloni juga ternyata dekat dengan ruangan tersangka kasus kerumunan di Petamburan, yakni Habib Rizieq Shihab.


Ustaz Yahya Waloni mengaku sempat begadang bareng Napoleon Bonaparte dan Habib Rizieq Shihab sambil main kartu remi.


Hal tersebut disampaikan Ustaz Yahya Waloni dalam sebuah video yang diunggh oleh kanal YouTube PIM CHANNEL pada Sabtu, 27 Agustus 2022.


"Saya satu ruangan dengan Irjen pol Napoleon Bonaparte, habis sholat Isya saya imam, saya usai sholat Maghrib jadi imam, saya memimpin imam di masjid," tuturnya.


"Habib Rizieq di blok narkoba, usai sholat Isya kami bermain remi, sampai dekat Subuh. Malam kami tidak tahu, siang kami tidak tahu karena kami disimpan di bawah tanah.


"Penjara Rutan Mabes Polri, konon penjara ini tidak pernah ada masjid. Datangnya Habibana Muhammad Rizieq Shihab dan anggota-anggota beliau ornag FPI, masuknya Napoleon Bonaparte, mereka mendirikan dua masjid," tuturnya menambahkan.


Ustaz Yahya Waloni mengaku memiliki kegiatan yang sama seperti kehidupan normal di luar, yakni melakukan ceramah di dalam masjid dan buat mualaf seseorang.


Baginya, penjara sudah bukan lagi sebuah hukuman tetapi menjadi suatu keberkahan tersendiri yang ia jalani seperti biasa.


"Jadi, kalau kita masuk penjara dan ada yang masuk penjara karena kejahatan, ada yang masuk penjara karena kedzholiman, ada yang masuk penjara karena maksiat, Insha Allah kami dipenjarakan karena ridho dan kehendak Allah SWT," papar Ustaz Yahya Waloni. [Democrazy/DW]