Akhirnya Terungkap Cara Ferdy Sambo Muluskan Skenarionya, Saor Siagian: Dia Jual Istrinya, Jual Anaknya! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

18 Agustus 2022

Akhirnya Terungkap Cara Ferdy Sambo Muluskan Skenarionya, Saor Siagian: Dia Jual Istrinya, Jual Anaknya!

Akhirnya Terungkap Cara Ferdy Sambo Muluskan Skenarionya, Saor Siagian: Dia Jual Istrinya, Jual Anaknya!

Akhirnya Terungkap Cara Ferdy Sambo Muluskan Skenarionya, Saor Siagian: Dia Jual Istrinya, Jual Anaknya!

DEMOCRAZY.ID - Kasus tewasnya Brigadir J masih terus melanjutkan episode terbarunya, pasalnya setelah ada penetapan tersangka masih saja terdapat intrik dan temuan-temuan baru terkait kasus tersebut.


Setelah Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka muncul dugaan lain terkait sepak terjang Jenderal bintang dua itu.


Tak tanggung-tanggung publik terus mengikuti dugaan keterlibatannya dalam dugaan bisnis gelap yang selama ini ia pegang.


Termasuk dugaan situs judi online 303 dan isu mengenai dirinya yang terlibat dalam bisnis narkoba.


Hal itu yang kemudian mulai dikaitkan publik dengan gaya hidup Irjen Ferdy Sambo yang dianggap glamor dengan harta kekayaan yang dimilikinya.


Selain itu Ferdy Sambo dianggap lihai dalam membuat skenario kebohongan.


Hal itu seolah mudah dilakukan meskipun dengan menghalalkan segala cara. Istripun rela dilibatkan dalam skenario yang dia buat.


Sebagaimana dalam video YouTube Indonesia Lawyers Club.


Dalam video tersebut terdapat beberapa pembicara namun yang menarik adalah pernyataan seorang pengacara bernama Saor Siagian.


Saor Siagian coba menceritakan kembali peristiwa saat pemeriksaan yang dilakukan Timsus kepada Ferdy Sambo saat meminta maaf terhadap Institusi dan pernyataan bela sungkawa kepada almarhum Brigadir J.


"Saya masih ingat betul, waktu dia diperiksa oleh timsus kemudian dia mengatakan dengan gagahnya begini, saya minta maaf terhadap Institusi Kepolisian, turut berduka cita pada saudara almarhum Brigadir J, terlepas apa yang dilakukan apa namanya martabat terhadap keluarga saya," terang Saor Siagian.


Kata Saor melanjutkan ternyata dia rela melibatkan istrinya Putri Candrawathi dengan membuat laporan palsu.


"Ternyata apa yang terjadi, dia jual istrinya kemudian membuat laporan palsu dengan pelecehan seksual, tapi fakta detik ini fakta hukum bahwa itu sudah digagalkan, artinya dia mampu jual keluarganya hanya satu desain kebohongan yang sangat serius, sekarang ternyata telah dijerat pasal 340," tegasnya dengan nada serius.


Menurut Saor Hal ini sangat menjijikkan disaat ada nyawa yang menjadi korban dan terdapat anggota Polisi yang terkait.


"Ini menurut saya sesuatu yang menjijikkan, bagaimana anda masih bicara harga diri ada seorang jiwa raganya mati namanya Yoshua kemudian ada 36 orang lain polisi yang jiwanya mati," jelasnya.


Saor Siagian juga menambahkan dengan memberikan ilustrasi tentang matinya jiwa Kepolisian.


"Saya kasih ilustrasi, katakanlah dilampu merah setiap orang tahu, yang punya mata lampu merah itu berhenti tapi saya pastikan tidak semua orang kemudian mau berhenti karena apa? Karena yang menggerakkan jiwanya, sekarang yang 36 orang ini mati jiwa Kepolisiannya, ada yang mati temannya, ada CCTV yang dirusak, TKP yang dirusak bukan malah disidik tapi ditutupi karena kerjaan siapa? Karena Ferdy Sambo," tegas Saor Siagian.


Saor Siagian juga menjelaskan kemungkinan dugaan istrinya bakal ikut serta terjerat dalam kasus ini.


"Dia masih bicara harga diri, bayangkan istrinya kemarin terjerat sekarang ini pasal 340 karena di TKP hanya 5 orang kata Kabareskrim 4 telah tersangka yaitu Bharada E kemudian RR kemudian kuat sama dengan apa namanya Ferdy Sambo," kata Saor Siagian tegas.


Dia juga melanjutkan belum lagi laporan palsu dan juga berita bohong.


Dia juga mengatakan tentang kehadiran anak Ferdy Sambo yang datang ke Mako Brimob


"Anaknya di ajak ke Brimob hanya kembali mengatakan kami dilecehkan, inilah menurut saya menjijikan," terangnya.


Dia juga menjelaskan setelah proyeknya itu gagal dugaan Ferdy Sambo bermain uang dalam kasus ini.


"LPSK kemudian mengatakan ketika mereka memeriksa Ferdy Sambo ke Kadiv Propam dia disodorkan dua amplop warna coklat, yang tebal uangnya 1 cm. Kita tidak tau apakah orang-orang yang dikondisikan tersebut yaitu penasehat Polri Fahmi yang membuat rilis membantu itu apakah seperti LPSK menolak atau dia menerima?" tegasnya sambil mempertanyakan.


Saor Siagian juga mengurai dugaan nominal yang di janjikan kepada ke 3 tersangka selain Ferdy Sambo.


"Bharada E dijanjikan 1 miliar, RR 500 juta kemudian Kuat juga 500 juta," terangnya.


Saor kembali mengatakan dugaan aliran uang yang mebgalir ke DPR.


"IPW juga mengatakan dugaan uang mengalir juga ke DPR, bagaimana apakah mereka ini juga sudah menerima? itu sebabnya tampak hari ini melaporkan bahwa ada pusaran uang yang barangkali dipakai sekarang setelah proyek namanya pelecehan seksual itu gagal, dia buat lagi modus yaitu dengan pengkondisian," terang Saor Siagian.


Nah menurutnya motif ini juga yang harus di bongkar.


Saor Siagian menutup pembicaraan dengan mengatakan jangan ada lagi kebohongan yang mengatasnamakan harga diri apa lagi sampai melibatkan keluarga.


"Oleh karena itu sudah jangan lagi dibohongi jangan lagi dibilang punya harga diri menurut saya ini tidak punya harga diri, tetapi dia mampu menjual anaknya dan mematikan karir 36 polisi bagaimana ketakutan keluarganya atau kita semua itulah sekarang itulah yang dilakukan Ferdy Sambo ini," tutupnya dalam pembicaraan. [Democrazy]


Sumber: TerasGorontalo