Ajaran Sukarno Diusulkan Diajarkan di Sekolah Seperti Mao Tse Tung di Tiongkok, Kalian Setuju Enggak? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

08 Agustus 2022

Ajaran Sukarno Diusulkan Diajarkan di Sekolah Seperti Mao Tse Tung di Tiongkok, Kalian Setuju Enggak?

Ajaran Sukarno Diusulkan Diajarkan di Sekolah Seperti Mao Tse Tung di Tiongkok, Kalian Setuju Enggak?

Ajaran Sukarno Diusulkan Diajarkan di Sekolah Seperti Mao Tse Tung di Tiongkok, Kalian Setuju Enggak?

DEMOCRAZY.ID - Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) Purnomo Yusgiantoro menyebutkan bahwa ajaran dan pemikiran Proklamator RI Sukarno masih relevan dengan kondisi dunia kini dan masa depan.


"Seharusnya ajaran Bung Karno ini diajarkan ke seluruh generasi anak bangsa," kata Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro dalam peluncuran buku karya Doktor Ilmu Pertahanan yang juga Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berjudul Suara Kebangsaan di Bentara Budaya, Jakarta, Minggu, 7 Agustus 2022.


Mantan menteri pertahanan ini berpendapat bahwa buku Hasto itu sangat baik sebagai referensi bagi kalangan muda Indonesia untuk makin mengenal serta mencintai bangsanya.


Di dalam tulisannya di buku itu, kata Purnomo, Hasto banyak menulis tentang Sukarno. 


Disebutkan bahwa setidaknya ada lima hal penting tentang Sukarno yang ditulis Hasto, di antaranya adalah ketika Sukarno berbicara di sidang BPUPK dan menyampaikan pidato lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945.


Selain itu, soal geopolitik dan geostrategi Indonesia yang disampaikan oleh Sukarno saat berpidato di Lemhannas pada Mei 1965.

 

"Yang disampaikan Bung Karno itu sampai sekarang diajarkan di Lemhannas. Sukarno memberi landasan nation and character building (pembangunan bangsa dan karakter)," kata Purnomo.


Hasto juga mengupas ajaran Sukarno soal Trisakti yang sempat hilang dan harus dimunculkan lagi. 


Baginya, Hasto luar biasa bisa mengungkap tentang ide dan gagasan Sukarno lewat tulisannya.

 

Hasto juga menulis tentang Sukarno yang menyampaikan pidato To Build the World a New pada sidang PBB, dan disambut luar biasa oleh dunia karena menyuarakan kesetaraan hak semua negara di dunia.


"Jadi, apa yang diajarkan Bung Karno dari dahulu masih valid dan relevan sampai sekarang," kata Purnomo.


Hasto juga mengangkat isu kepemimpinan lewat penjelasan mendalam mengenai kepemimpin visioner seorang Sukarno. 


"Pak Hasto menulis bahwa apa yang pernah saya sampaikan 'seorang leader yang pemberani adalah yang bisa mengambil keputusan, tentu keputusannya ini harus terukur dan melihat risikonya'," kata Purnomo.


Pembicara lainnya, Rektor Unhan Laksamana Madya (TNI) Prof. Dr. Amarulla Octavian, menyatakan bahwa Indonesia beruntung memiliki Sukarno sebagai bapak pendiri bangsa, yang kalibernya sekelas tokoh dunia dari Amerika Serikat dan Tiongkok.


Di buku Hasto, banyak dibahas pemikiran geopolitik Sukarno. 


Baginya, Sukarno adalah bapak bangsa yang punya pemikiran geopolitik dan kebangsaan yang bisa berlanjut sampai sekarang.


"Pemikiran Mao Tse Tung sampai sekarang diajarkan di sekolah di sana. Pemikiran George Washington dan John Adams masih diajarkan kepada anak-anak sekolah di Amerika Serikat. Di sini, harusnya pemikiran dan geopolitik Bung Karno itu diajarkan," ujar Octavian.

 

"Jadi, ini penting sekali. Tak banyak negara di dunia ini seperti Indonesia dan Bung Karno-nya." [Democrazy]