Breaking

logo

07 Juli 2022

Waduh! Anggota DPD RI Ini Sebut Rakyat Indonesia Tak Bisa Masuk Surga Gegara Tanggung Utang Negara Rp7.002 T

Waduh! Anggota DPD RI Ini Sebut Rakyat Indonesia Tak Bisa Masuk Surga Gegara Tanggung Utang Negara Rp7.002 T

Waduh! Anggota DPD RI Ini Sebut Rakyat Indonesia Tak Bisa Masuk Surga Gegara Tanggung Utang Negara Rp7.002 T

DEMOCRAZY.ID - Anggota DPD RI, Tamsil Linrung menyebut masyarakat indonesia bisa gagal masuk surga.


Hal tersebut terjadi lantaran utang yang dilakukan pemerintah yang sudah sangat besar. 


Tercatat, saat ini Indonesia mempunyai utang negara sebesar Rp7.002 triliun.


Seperti yang disampaikan Tamsil Linrung, dalam video berjudul "Utang Indonesia Tembus Rp7.002 Triliun! Tamsil Linrung: Orang Indonesia Tak Bisa 'Masuk Surga'!!" yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun.


Dalam video tersebut, Tamsil bercerita ketika dirinya datang ke Universitas Udayana. 


Di sana, dirinya berbicara bahwa sebagai orang Islam, bisa terhambat masuk surga jika masih ada utang. 


"Saya kemarin di Udayana saya bicara, ini kami ini agak hati-hati, kami ini kan orang Islam, orang Islam itu bisa terhambat masuk surga kalau terhalang oleh utang, saya bilang," ujar Tamsil, Kamis, (7/7/2022).


Secara kolektif, kata Tamsil, orang Islam susah masuk surga karena banyaknya utang yang dilakukan oleh pemerintah. 


Apalagi, utang tersebut diprediksi akan terus bertambah yang mengakibatkan jumlah utang lebih besar daripada kemampuan untuk membayar bunga utang.


"Oh teman-teman saya di sana, guru-guru besar itu mengatakan, 'eh bukan hanya orang Islam Pak Tamsil, kami juga di kalangan Hindu itu tidak bisa masuk surga kalau banyak utang. Jadi kita itu harus diselesaikan juga utang dulu'. Kalau begitu sama-sama kita ini," tutur Tamsil.


Oleh karena itu, agar tidak terhambat masuk surga, maka harus segera diselesaikan orang yang mengakibatkan terjadinya utang, ketika tidak mampu untuk membayar utang.


"Supaya kita tidak terhambat untuk masuk surga, ya gimana menyelesaikan ini. Kalau utang ini tidak bisa diselesaikan, yang mengakibatkan terjadinya utang, itu yang kita selesaikan," pungkasnya. [Democrazy/poskota]