Breaking

logo

17 Juli 2022

Keluarga Cium Bau 'Kebohongan' Polisi, Brigadir J Disebut Tak Bawa HP Saat Penembakan, Padahal Ada 3 HP

Keluarga Cium Bau 'Kebohongan' Polisi, Brigadir J Disebut Tak Bawa HP Saat Penembakan, Padahal Ada 3 HP

Keluarga Cium Bau 'Kebohongan' Polisi, Brigadir J Disebut Tak Bawa HP Saat Penembakan, Padahal Ada 3 HP

DEMOCRAZY.ID - Keluarga Brigadir Nopransyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencium bau kebohongan polisi perihal baku tembak dengan rekannya Bharada E di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). 


Menurut keluarga, polisi mencoba mengaburkan fakta soal HP yang dibawa oleh Brigadir J.


Keluarga meyakini HP milik Brigadir J hilang setelah jenazahnya di bawa ke rumah duka di Jambi. 


Sang ibu, sempat menanyakan di mana HP milik anaknya kepada polisi yang membawa jenazah Brigadir J.


“HP anak saya mana tanya ibunya pada polisi yang bawa jenazah. Kakak almarhum juga bilang kalau dia tahu persis HP adiknya itu ada tiga. Datang jenderal, dilimpahkan lagi ke penyidik. Katanya siap jenderal tidak ada HP,” kata ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat kepada wartawan, Sabtu (16/7/2022).


Menurut sang ayah, polisi tidak mendapati adanya HP milik Brigadir J. 


Pernyataan ini lantas membuat keluarga curiga terhadap polisi. 


Mereka menduga polisi sengaja menghilangkan untuk kepentingan tertentu.


“Masa nggak ada HP. Memangnya di rumah jenderal itu ramai orangnya. Apa memang sengaja dihilangkan. Soalnya sebelum kejadian itu, kakak dan mamaknya masih komunikasi itu. Ada WA-nya juga. Mereka saling kirim chat. Beberapa menit sebelum kejadian, putus itu hubungan,” jelas Samuel.


Komunikasi terakhir dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Tepat 1 jam sebelum kejadian. 


Menurutnya, bisa saja HP tersebut menjadi petunjuk penting untuk mengusut kasus tembak menembak itu. [Democrazy/poskota]