Breaking

logo

29 Juli 2022

Kata Tetangga Tentang Momen Sebelum Kopda Muslimin Ditemukan Tewas, Ada Mobil Merah Mencurigakan

Kata Tetangga Tentang Momen Sebelum Kopda Muslimin Ditemukan Tewas, Ada Mobil Merah Mencurigakan

Kata Tetangga Tentang Momen Sebelum Kopda Muslimin Ditemukan Tewas, Ada Mobil Merah Mencurigakan

DEMOCRAZY.ID - Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya, di Gang Adem Ayem, Kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022). 


S, salah satu tetangga Mustaqim, orang tua Kopda Muslimin, menceritakan keanehan di pagi hari sebelum warga digemparkan dengan kematian Kopda M. 


S mengaku sempat melihat sebuah mobil warna merah terparkir di jalan dekat rumah tersebut. 


Tapi setelah itu tidak terlihat mobilnya. 


"Saya juga heran, warga sini tidak ada yang punya mobil seperti itu. Dan saat pagi itu tidak ada kejadian mencolok. Tapi sekitar mau jam setengah tujuh itu dengar ada yang nangis-nangis di rumah Pak Mustaqim. Saya kaget ternyata Muslimin meninggal di situ," kata S, tetangga orang tua Muslimin. 


Ia menambahkan, dalam seminggu ini di kampungnya sering didatangi aparat baik yang berseragam maupun berbaju biasa. 


Mereka sesekali menanyakan sesuatu kepada warga.  


"Semenjak kabar Muslimin dicari itu. Kadang petugasnya nongkrong di warung sambil mengawasi. Kadang jalan keliling lalu mampir ke rumah warga, nanya-nanya. Ada yang takut juga, terutama ibu-ibu yang ditanya," ungkapnya.


Sementara tetangga yang lain, Suminah, tidak sempat melihat Muslimin datang. 


Tapi saat ia belanja di warung sayur di depan rumah orang tua Muslimin, tiba-tiba ia mendengar suara nangis-nangis dari dalam rumah itu. 


"Iya, kaget. Terus pada nanya, ternyata Muslimin datang lalu meninggal," kata Suminah. 


Kopda Muslimin meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kendal, Kamis (28/7/2022) pagi kemarin, atau sepuluh hari setelah ia kabur. 


Sebelum meregang nyawa, pria yang menjadi dalang di balik perencanaan percobaan pembunuhan istrinya sendiri, Rina Wulandari. Jenazah Kopda Muslimin kemudian diautopsi di RS Bhayangkara, Semarang. 


Dugaan sementara penyebab kematiannya adalah akibat minum racun. [Democrazy]