Breaking

logo

26 Juli 2022

TERKUAK! Irjen Ferdy Sambo Ternyata Tes PCR di Rumah Pribadi, Jaraknya Hanya 500 Meter Dari Lokasi Tewasnya Brigadir Yosua

TERKUAK! Irjen Ferdy Sambo Ternyata Tes PCR di Rumah Pribadi, Jaraknya Hanya 500 Meter Dari Lokasi Tewasnya Brigadir Yosua

TERKUAK! Irjen Ferdy Sambo Ternyata Tes PCR di Rumah Pribadi, Jaraknya Hanya 500 Meter Dari Lokasi Tewasnya Brigadir Yosua

DEMOCRAZY.ID - Keberadaan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo saat penembakan Brigadir Yosua masih jadi polemik. 


Polisi sempat menyebut Ferdy tidak di rumah dan sedang PCR di tempat lain.


Rupanya, Ferdy Sambo melakukan PCR di rumah pribadi. 


Tenaga kesehatan datang ke rumah pribadi di Jalan Saguling.


Seperti ditulis dalam laporan Tim Lipsus kumparan, Ferdy Sambo, istrinya, anak, dan sejumlah ajudan melakukan PCR karena baru pulang dari Magelang.


Setelah PCR, Ferdy Sambo naik ke lantai 2 rumah. 


Beberapa waktu kemudian, jelang asar, Putri masuk ke rumah di Jl. Saguling itu bersama asisten perempuannya. Mereka juga tes PCR di situ. 


Setelahnya, Putri naik ke lantai dua.


Setelah itu, Yosua dan Richard Eliezer atau Bharada E, serta asisten keluarga Sambo lalu menjalani PCR. 


Setelah para ajudan merapikan barang, Putri lalu pergi ke rumah dinas.


Sumber kumparan menyebut, rumah pribadi Sambo dan rumah dinas yang didatangi Putri hanya berjarak 500 meter.


Keluarga Sambo memang punya kebiasaan, setelah PCR menunggu hasil di rumah dinas. 


Tapi, tidak dijelaskan mengapa PCR tidak sekalian digelar di rumah dinas di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Dari situlah peristiwa berawal. Putri dan para ajudan masuk lewat garasi samping melalui pintu dekat kamar sopir. Putri lalu ke kamar untuk beristirahat.


Ricky, Richard, dan asisten keluarga lain Kuat, lalu ke lantai 2. 


Tak lama kemudian, ada teriakan minta tolong dari Putri. Dia ditodong Yosua. 


Tak jelas apa yang terjadi antara Putri dan Yosua, kecuali keterangan polisi yang menyebut ada pelecehan.



Richard lalu turun ke bawah. Sampai di tangga dia bertanya ke Yosua.


 "Ada apa bang?". Pertanyaan itu malah dibalas tembakan dari Yosua ke Richard.


Richard bersembunyi di balik tangga. Lalu, dia membalas tembakan ke Yosua. 


Tubuh Yosua roboh, telungkup, darah mengalir.


Ajudan lain lalu menghubungi Ferdy Sambo. 


Tak lama Sambo datang, melihat kondisi Yosua yang sudah bersimbah darah.


Tak lama kemudian, anggota dari Polres Jakarta Selatan datang untuk melakukan olah TKP.


Sampai saat ini, Polri, Komnas HAM, dan timsus masih mendalami kasus ini. 


Belum ada kesimpulan apa pun yang didapat dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan sejumlah pihak. [Democrazy]


Sumber: Kumparan