Breaking

logo

27 Juli 2022

Stigma Politik Identitas Kerap Disematkan ke Anies Baswedan, Rocky Gerung: Sudah Ditargetkan Untuk Politik Islam!

Stigma Politik Identitas Kerap Disematkan ke Anies Baswedan, Rocky Gerung: Sudah Ditargetkan Untuk Politik Islam!

Stigma Politik Identitas Kerap Disematkan ke Anies Baswedan, Rocky Gerung: Sudah Ditargetkan Untuk Politik Islam!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara soal stigma politik identitas yang kerap disematkan kepada Anies Baswedan. 


Melalui channel YouTube miliknya yang juga dipandu oleh Hersubeno Arief, Rocky Gerung menilai istilah politik identitas maknanya telah disempitkan hanya kepada Islam saja. 


“Istilah politik identitas sudah ditargetkan untuk politik Islam, begitu ada kepentingan politik dengan Anies misalnya yang juga dianggap bermain politik identitas agak rusak nanti parameter pengukurannya,” ucapnya lewat kanal YouTube Rocky Gerung Official yang dikutip Rabu 27 Juli 2022.


Lebih lanjut lagi Rocky menjelaskan sejumlah pihak yang menyematkan tudingan politik identitas kurang mengetahui penempatan istilah tersebut. 


Menurut Rocky, pada pembesar bangsa ini juga sebetulnya menggunakan istilah politik identitas yang bermacam-macam mulai dari Islam, liberal, komunis, sosialisme dan lain-lain.


“Sebetulnya yang keliru adalah menyebut politik identitas dalam suasana persaingan keterbelahan rakyat hari ini, itu bahaya. Karena bangsa kita dari awal tumbuh dari politik identitas, kan konstituante itu waktu merumuskan dasar negara dan konstitusi adalah persaingan antara pelaku politik identitas. Kekuatan Islam, komunis, liberal, sosialis, kedaerahan, semua itu disebut politik identitas,” lanjut Rocky. 


Melanjutkan analisisnya, Rocky menuturkan politik identitas saat ini hanya dimaksudkan untuk Islam. 


Padahal menurut Rocky, istilah yang lebih tepat untuk menerangkan fenomena politik yang beranekaragam ini adalah Politic of Recognition.


“Buat lebih netral ada istilah lain namanya Politic of Recognition, politik pengakuan. Jadi mengakui bahwa memang sebagian orang hanya bisa kita identifikasi melalui kecenderungan politik yang sifatnya agama. Ya udah berarti ada politik Islam, biasa saja bukan distigma sebagai politik identitas, itu recognisi kita pada Moslem politik yang memang mayoritas,” beber Rocky. 


Rocky menilai politik identitas ini jangan distigma sedemikian rupa karena hal-hal yang menyangkut etnis dan agam memang termasuk politik identitas. 


“Jadi hal-hal yang menyangkut agama dan etnis itu memang dasarnya politik identitas tapi jangan sebut identitas itu upaya menstigma, sebut saja itu Politic of Recognition, politik untuk mengakui bahwa bangsa ini memang berawal dari identitas-identitas,” pungkas Rocky. [Democrazy/terkini]