Sebut Pesantren Bentuk Karakter Bangsa, Moeldoko: Kalau Saya Dulu Bukan Anak Masjid, Mungkin Tak Bisa Jadi Jenderal | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

03 Juli 2022

Sebut Pesantren Bentuk Karakter Bangsa, Moeldoko: Kalau Saya Dulu Bukan Anak Masjid, Mungkin Tak Bisa Jadi Jenderal

Sebut Pesantren Bentuk Karakter Bangsa, Moeldoko: Kalau Saya Dulu Bukan Anak Masjid, Mungkin Tak Bisa Jadi Jenderal

Sebut Pesantren Bentuk Karakter Bangsa, Moeldoko: Kalau Saya Dulu Bukan Anak Masjid, Mungkin Tak Bisa Jadi Jenderal

DEMOCRAZY.ID - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menyebut pondok pesantren merupakan wadah pembentukan karakter bangsa yang perannya semakin signifikan berbarengan dengan majelis-majelis zikir.

 

"Pesantren dan majelis-majelis zikir seperti inilah yang akan membentuk karakter bangsa. Karena dari sinilah, akan lahir SDM-SDM unggul dan berkarakter," katanya saat menghadiri Dzikir Akbar Manaqib Syekh Abdul Qodid Al-Jaelani di Pondok Pesantren Al-Baghdadi, Karawang, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Minggu (3/7/2022).

 

Menurut Moeldoko pembangunan karakter bangsa dapat dilakukan dengan membentuk kebiasaan baik, yang sangat dipengaruhi oleh keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan.


"Saya dulu kalau tidak jadi anak langgar (surau/musala) mungkin tidak akan jadi jenderal," katanya.

 

"Di situ saya digembleng, diajari disiplin, diajari ngaji, diajari saling berbagi. Dan semua itu terbawa sampai saat ini," ujar Moeldoko menambahkan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Moeldoko juga menyampaikan sejumlah capaian Presiden Joko Widodo seperti pembangunan infrastruktur, pengendalian pandemi COVID-19, dan pemulihan ekonomi nasional.

 

"Presiden Jokowi bercita-cita 2045 Indonesia Maju. Mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita beliau," pungkasnya.

 

Moeldoko menghadiri acara tersebut didampingi Tenaga Ahli Utama KSP Rumadi Akhmad dan kedatangannya disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Al-Baghdadi KH Junaedi Al-Baghdadi serta puluhan ribu jamaah, yang sejak sore sudah memadati lokasi acara.

 

"Semoga kehadiran beliau (Moeldoko) menambah barokah untuk Indonesia," seru Abah Junaedi panggilan KH. Junaedi Al-Baghdadi, yang langsung diamini jamaah.

 

Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani, di Pondok Pesantren Al-Baghdadi, digelar seminggu sekali, setiap Sabtu. 


Bertempat di lapangan pesantren seluas tiga hektare, majelis zikir diikuti puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah. [Democrazy]