Breaking

logo

12 Juli 2022

Sebut Anies Jadikan JIS Panggung Politik, NasDem DKI Semprot PDIP: Apa Salahnya Salat Id di JIS? Astaghfirullah!

Sebut Anies Jadikan JIS Panggung Politik, NasDem DKI Semprot PDIP: Apa Salahnya Salat Id di JIS? Astaghfirullah!

Sebut Anies Jadikan JIS Panggung Politik, NasDem DKI Semprot PDIP: Apa Salahnya Salat Id di JIS? Astaghfirullah!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut saat ini Jakarta International Stadium (JIS) telah jadi panggung politik Anies Baswedan menuju Pilpres 2024. 


Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Wibi Andrianto mengucapkan istigfar atas pernyataan itu.


Awalnya, Wibi mengatakan stadion itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. 


JIS, menurutnya, bisa dipakai untuk salat Idul Adha sampai acara politik.


"JIS itu stadion sepakbola dan juga bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan lainnya, seperti konser, salat Id, pagelaran budaya, maupun kegiatan politik dan lain-lain," kata Wibi saat dihubungi, Selasa (12/7/2022).


Namun, Wibi heran atas pernyataan dari Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono yang mengaitkan salat Id dengan aksi menuju Pemilu 2024.


"Apa salahnya di JIS melaksanakan salat Id. Astagfirullah," kata Wibi.


"Saya prihatin dengan statement Mas Gembong yang mempermasalahkan salat Id diadakan di JIS," katanya.


Pernyataan Gembong


Sebelumnya, Gembong Warsono meyakini nomor 024 pada sapi kurban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengandung makna politis. 


Terlebih, kata dia, penyerahan kurban itu dilakukan di Jakarta International Stadium (JIS).


"Iya, sangat politis. Kalau tidak politis berarti minimal Pak Anies kurban minimal 24 sapi, coba telusuri. Kurban dengan sapi dengan angka 024 sudah jelas itu maksudnya," kata Gembong saat dihubungi, Senin (11/7/2022).


Gembong tidak menjelaskan lebih lanjut maksud muatan politis terkait sapi kurban Anies bernomor 024. 


Namun, dia menilai JIS sudah dijadikan panggung politik oleh Anies.


"JIS sudah berubah fungsi. Bukan sebagai stadion pengembangan olahraga, khususnya sepakbola lagi, namun sudah berubah menjadi stadion politik Anies menuju 2024," ucapnya.


Gembong lalu menyinggung keinginan Anies membangun pengembangan tempat ibadah selama memimpin Jakarta.


"Kalau ada keinginan membangun pengembangan tempat ibadah, kenapa selama 5 tahun tidak membangun masjid yang memiliki daya tampung besar? Kenapa justru JIS dijadikan lokasi ibadah salat Id? Walaupun ini tidak dilarang, namun di stadion rasanya kok kurang elok," ujar dia. [Democrazy]