Breaking

logo

31 Juli 2022

Saktinya Bharada E, Pasca Tembak Mati Brigadir J, Kini Dapat Posisi Penting di Satuan Brimob

Saktinya Bharada E, Pasca Tembak Mati Brigadir J, Kini Dapat Posisi Penting di Satuan Brimob

Saktinya Bharada E, Pasca Tembak Mati Brigadir J, Kini Dapat Posisi Penting di Satuan Brimob


DEMOCRAZY.ID - Bharada E orang yang disebut menembak mati Brigadir J, kini resmi ditarik kembali ke satuan Brimob.


Belum jelasnya status dari Bharada E, membuat Polri menariknya dari skuad ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo.


Bharada E ditarik setelah korps Brimob baru saja berganti pimpinan baru.


Sosok pimpinan baru dari Bharada E adalah Komandan Korps Brimob Irjen Anang Revandoko.


Dikutip dari YouTube Beda Enggak yang diupload pada Minggu 31 Juli 2022, Bharada E resmi ditarik kembali ke satuannya dengan jabatan baru.


Kabarnya, Bharada E kembali menjadi seorang pelatih menembak di satuan Brimob.


Namun kabar ini belum terkonfirmasi kebenarannya.


Kembalinya Bharada E ke pangkuan Brimob juga diikuti dengan statusnya yang masih seorang saksi.


Meski disebut sebagai orang yang menewaskan Brigadir J dalam insiden saling tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, namun Bharada E belum kunjung ditetapkan tersangka.


Ia sempat meminta perlindungan di LPSK usai diperiksa Komnas HAM.


Sebelum terlibat dalam baku tembak dengan Brigadir J, sosok Bharada E dikenal sebagai penembak handal.


Bahkan, ia disebut sebagai penembak nomor satu dalam regunya saat bertugas di korps Brimob.


Sayangnya, keahlian menembak Bharada E tercoreng setalah dirinya diduga menembak seniornya sesama polisi.


Usai peristiwa kelam di rumah Irjen Ferdy Sambo, Bharada E menjadi sosok yang disorot.


Rumahnya yang ada di Kota Manado juga sepi.


Keluarga dari Bharada E bahkan mengungsi pasca kematian Brigadir J.


Kasus polisi tembak polisi ini memang sedang viral di medsos.


Bahkan semua stasiun televisi di tanah air membahas tentang penembakan yang menewaskan Brigadir J tersebut.


Menurut polisi, peristiwa ini berawal dari dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J ke istri Ferdy Sambo.


Saat istri Ferdy Sambo berteriak, Bharada E lalu mengecek dan ditembak oleh Brigadir J.


Keduanya saling tembak hingga berujung tewasnya Brigadir J.


Banyaknya keganjalan dari peristiwa polisi tembak polisi ini, membuat Kapolri memutuskan untuk melakukan otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J. [Democrazy]