Breaking

logo

29 Juli 2022

SIMAK! Adu Data Keterangan Polri Vs Komnas HAM Kasus Tewasnya Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

SIMAK! Adu Data Keterangan Polri Vs Komnas HAM Kasus Tewasnya Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

SIMAK! Adu Data Keterangan Polri Vs Komnas HAM Kasus Tewasnya Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

DEMOCRAZY.ID - Berikut adalah keterangan Polri dan Komnas HAM terkait kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo sejak 11 Juli 2022 hingga 27 Juli 2022. 


Peristiwa tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo masih belum menemukan titik terang, siapa pelakunya?


Pertanyaan ini muncul karena sejak awal diungkap ke muka publik oleh polisi, keluarga menemukan kejanggalan dan menolak narasinya, yaitu tewas akibat baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah Ferdy Sambo. 


Apa motifnya? Bharada E mencoba melindungi diri dari Brigadir J yang saat itu ketahuan hendak melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 


Tewasnya Brigadir J diungkap polisi pada Senin 11 Juli 2022. Kepala Biro Penerangan Umum (Kabagpenum) Brigjen Pol. 


Ahmad Ramadhan mengatakan,  Brigadir J ditembak oleh rekannya Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdi Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga Nomor 46 kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Peristiwa terjadi Jumat 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.


”Yang jelas gini, Brigadir J itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam,” ungkap Ahmad Ramadhan pada Senin 11 Juli 2022 lalu. 


Ahmad Ramadhan mengatakan, hal itu terungkap dalam olah TKP di hari yang sama 11 Juli 2022. 


Hasil oleh TKP dan pemeriksaan saksi serta alat bukti, ada 7 proyektil yang dikeluarkan oleh Brigadir J dan 5 proyektil dari Bharada E.


"Perlu kami sampaikan bahwa, tindakan yang dilakukan Bharada E adalah tindakan untuk melindungi diri karena mendapat ancaman dari Brigadir J," jelas Ramadhan.


"Kemudian saat kejadian Kadiv Propam tidak ada dirumah, beberapa saat kemudian pak Kadiv datang langsung menghubungi Kapolres Jakarta Selatan dan selanjutnya dilakukan oleh TKP," lanjutnya.


Pada saat Brigadir J menodongkan senjata, istri Kadiv Propam berteriak, lalu direspons oleh Bharada E yang panik mendengar teriakan tersebut.


Kemudian Bharada E keluar dari kamar dan bertanya apa yang terjadi. Namun justru dibalas dengan tembakan oleh Brigadir J. 


”Birgadir J melakukan penembakan sebanyak 7 kali,” kata Ramadhan.


Selain itu, pada saat kejadian, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdi Sambo sedang tidak berada di rumah. 


Menurut informasi tengah melakukan tes PCR. Setelah kejadian, istri Kadiv Propam baru menelpon suaminya.


”Setelah tiba di rumah Pak Kadiv Propam menerima telepon dari ibu. Pak Kadiv langsung menelpon Polres Jaksel dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Ramadhan. 


"Proses olah TKP, kami temukan barang bukti baik senjata maupun selongsong maupun proyektil," tutupnya.


Keterangan senada juga disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto (kini telah dinonaktifkan). 


"Saat olah TKP, kami menemukan seorang yang sudah tergeletak dengan berlumuran darah berada di dekat tangga naik ke atas, tepatnya arah kamar mandi," kata Kombes Budhi Herdi Susianto. Ia juga menyebutkan, terdapat barang bukti lain berupa senjata dan proyektil. "Proses olah TKP, kami temukan barang bukti baik senjata maupun selongsong maupun proyektil," tutupnya


12 Juli 2022, Jenazah Brigadir J dilaporkan tiba di kampung halaman dan langsung disemayamkan. 


Diantarkan oleh Adik kandung Brigadir J, LL Hutabarat yang juga bertugas di Mabes Polri. 


13 Juli 2022, keluarga mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan ke publik seperti: akun sosmed dan WA keluarga brigadir J diretas, keluarga dilarang membuka peti jenazah, rumah dipagar betis oleh polisi, akses jalan ditutup. 


Kecurigaan yang paling terbesar adalah dilarangnya membuka peti jenazah. Sempat bersitegang akhirnya peti Brigadir J.


Keluarga histeris melihat wajah jenazah yang penuh sayatan. Kecurigaan membesar, keluarga membuka jaz jenazah yang akhirnya ditemukan luka yang tidak wajar. 


Sementara itu, pada 12 Juli 2022, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi  melayangkan laporan polisi dugaan pencabulan dan tindakan kekerasan.


“Yang jelas kami terima dua LP atau laporan dari ibu Kadiv Propam soal pasal persangkaan 335 KUHP dan 289 KUHP,” kata Kapolres Metro Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan di kantornya, Selasa 12 Juli 2022. 


Jumat 15 Juli 2022, Kuasa Hukum Putri Candrawathi datangi dewan pers dan mengatakan Disampaikan pula bahwa kondisi Putri Chandrawati istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dalam perawatan psikologis.


Jumat 15 Juli 2022, Polisi mengungkap jenis pistol yang digunakan Bharada E dalam aksi baku tembak lawan Brigadir J dirumah Ferdy Sambo. 


Pihaknya pun telah berkirim surat ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk pendampingan. 


15 Juli 2022, Kapolri membentuk tim khusus mengusut kasus tewasnya Brigadir J. Tim khusus adalah Polri dan Komnas HAM. 


“Komnas HAM akan bekerja berdasarkan UU 39/1999, melakukan pemantauan penyelidikan dan juga monitoring terhadap proses penegakan hukum,” kata Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat 15 Juli 2022. 


18 Juli 2022, keluarga menolak narasi putra mereka dituduh melakukan pencabulan dan kekerasan hingga mengakibatkan kematian. 


Membuka bukti berupa Chat WA keluarga dan foto-foto luka yang terlihat pada jenazah Brigadir J. 


Melalui kuasa hukum melawan dan melaporkan dugaan pembunuhan berencana.


19 Juli 2022, Irjen Ferdy Sambo dinonaktifkan dari jabatan Kadiv Propam oleh Kapolri Listyo Sigit.


19 Juli 2022, Laporan dugaan pencabulan dan kekerasan yang dilayangkan oleh Putri Candrawathi naik penyidikan. 


23 Juli 2022, Laporan Dugaan pembunuhan berencana yang dilayangkan keluarga Brigadir J naik penyidikan.  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo pada Jumat 22 Juli 2022 malam.


"Semua sudah disita (pakaian yang terakhir digunakan Brigadir J) dan sudah diperiksa oleh labfor masalah DNA-nya, kemudian bukti-bukti visual lainnya semua diperiksa," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan.


20 Juli 2022, Kapolri Listyo Sigit juga menonaktifkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto dan Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan. 


Kemudian Komnas HAM turun tangan ikut dalam penyidikan mandiri. Berikut ini adalah keterangan yang diperoleh media dari Komnas HAM: 


18 Juli 2022, Komnas HAM Mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan pemanggilan terhadap Ferdy Sambo dan istri Putri Candrawathi. 


"Setelah itu, kami akan panggil teman-teman di pihak yang lain, teman-teman polisi, dokter, siber, dan sebagainya," kata Choirul kepada wartawan, Senin 18 Juli 2022.


"Termasuk pihak dari Pak Sambo. Kami berharap bisa bertemu langsung dengan pihak istrinya khususnya," sambungnya. "Ini memang proses awal untuk meminta semua pihak keterangan. dan ini langkah pertama kami. Jadi ketemu keluarga itu langkah pertama kami,"  tuturnya. 


Kemudian KOMNAS HAM membuat kesimpulan sementara terkait temuan-temuan baru pada dugaan penyebab kematian serta jenis luka yang menewaskan Brigadir J.


Pekan ini, Komnas HAM juga memanggil sejumlah pihak dari Polri guna memperdalam penyelidikan kematian Brigadir J.


Tim Forensik Polri pun memenuhi panggilan Komnas HAM pada Senin 25 Juli 2022. Dalam pertemuan itu, Komnas HAM melontarkan banyak pertanyaan terkait autopsi awal Brigadir J.


Setelah itu, Komnas HAM turut memanggil seluruh ajudan Sambo, termasuk Bharada E sebagai orang yang dituduh menembak Brigadi J hingga tewas.


Rabu 27 Juli 2022, Komnas HAM memeriksa CCTV dan HP bersama Tim Siber Bareskrim dan Digital Forensik Puslabfor Mabes Polri. Pemeriksaan itu belum rampung dan akan dilanjut pekan depan.


Berikut temuan terbaru Komnas HAM terkait kematian Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo:


1. Brigadir J Masih Hidup saat tiba di Duren Tiga


Komnas mengungkapkan Brigadir J masih hidup saat sampai di kediaman Irjen Ferdy sambo yang berlokasi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan bukti itu diketahui dari 20 video perjalanan Brigadir J dari Magelang ke Jakarta yang diperiksa pihaknya.


"Sampai di Duren Tiga dia masih hidup. Dan rombongan yang lain dan semuanya sehat tidak kurang dari satu apapun," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Rabu 27 Juli 2022.


2. Bharada E, Brigadir J, dan Istri Sambo PCR Bareng


Komnas HAM menyebut semua rombongan Irjen Ferdy Sambo yang tiba di Duren Tiga usai dari Magelang, Jawa Tengah, turut melakukan tes PCR. 


Dalam rombongan itu, diketahui ada Brigadir J, Bharada E, dan Istri Sambo yakni Putri Chandrawathi.


3. Ajudan Masih Canda Tawa Sebelum Kejadian


Komisioner Komnas HAM Choirul Anam ada momen canda tawa di antara ajudan sebelum peristiwa itu terjadi. 


"Beberapa orang yang ikut dalam forum itu ngomongnya memang tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," kata Anam.


4. Jarak Tembak Tak Terlalu Jauh


Komnas HAM mengatakan Brigadir J yang tewas ditembak dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Kalau dari karakter luka, jaraknya memang tidak terlalu jauh. Tetapi ada beberapa karakter jarak yang berbeda-beda. Itu dari hasil pendalaman kami," ujar Anam.


27 Juli 2022, Autopsi ulang jenazah Brigadir J dilakukan. Sebagian organnya pun dibawa ke Jakarta. 


Komnas HAM mengatakan, pihaknya masih ada pemeriksaan lebih lanjut yang dilanjutkan pekan depan. [Democrazy]


Sumber: DISWAY