Breaking

logo

29 Juli 2022

Pengakuan Warga Sumbar Saat Deklarasi Ganjar: Dapat Kaos dan Uang Saku, Hingga Dikira Anies Yang Datang

Pengakuan Warga Sumbar Saat Deklarasi Ganjar: Dapat Kaos dan Uang Saku, Hingga Dikira Anies Yang Datang

Pengakuan Warga Sumbar Saat Deklarasi Ganjar: Dapat Kaos dan Uang Saku, Hingga Dikira Anies Yang Datang

DEMOCRAZY.ID - Deklarasi Ganjar Pranowo Presiden di Sumatera Barat menyisakan banyak kejanggalan. Hal itu juga menjadi pertanyaan warganet. 


Pasalnya, dalam 3 kali pemilu, PDIP tidak mendapatkan kursi. Dan saat Pilpres, Jokowi kalah telak, 2 kali.


Dari laporan wartawan di lokasi, terbongkar beberapa cerita lucu saat acara deklarasi Ganjar di Green Talao Park, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (27/7/22) kemarin.


Jony Herman (30) warga sekitar  menyebutkan, awalnya ia dan rekan-rekannya tidak tahu menahu ada acara deklarasi. 


"Awalnya banyak orang dari luar yang masuk. Kami dipanggil juga. Diberi kaos. Dan disuruh ikut teriak-teriak. Dapat uang saku pula. Mumpung lagi nggak ada kerjaan, ikut sajalah," jelasnya yang juga baru setahun tinggal di kawasan wisata tersebut.


Beda lagi dengan Yanti (55). Wanita paruh baya ini tergopoh-gopoh berkumpul di lokasi karena tersebar kabar kedatangan Anies Baswedan.


"Saya pikir Pak Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta yang datang. Kami ada sekitar 30 orang dari kampung sebelah yang memang mengidolakan Pak Anies," ujarnya.


"Namun ternyata acaranya Pak Ganjar. Karena sudah terlanjur datang, ya ikut meramaikan sajalah sebentar," sambung nenek 3 cucu tersebut.


Sebelumnya, beberapa media nasional menurunkan artikel deklarasi Ganjar Pranowo di Sumbar, dengan judul yang fantastis: Gemuruh Dukungan Warga Desa Sumbar untuk Ganjar Presiden 2024: Indonesia Jaya!


Gemuruh teriakan Ganjar Presiden 2024 muncul dari ribuan warga desa se-Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Green Talao Park, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (27/7/22). 


Ganjar dinilai memiliki kecakapan, karakter yang teguh, serta wibawa dalam memimpin dan pantas melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi pada periode 2024-2029.


Tidak kurang dari 1.000 peserta terdiri dari petani, nelayan, ibu-ibu majelis taklim, hingga milenial mendeklarasikan Ganjar Pranowo Presiden 2024. Acara ini diinisiasi relawan Des Ganjar atau Desa untuk Ganjar Sumbar.


Namun jika dicermati, dari jumlah peserta saja sudah ada penggelembungan data. Awalnya disebut ribuan, lalu ditulis tidak kurang dari 1000. 


Warga Sumbar Anti PDIP?


Beberapa waktu lalu, Megawati Soekarnoputri merasa heran mengapa masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) tidak menyukai PDI Perjuangan (PDIP), partai yang dipimpin olehnya. 


Pernyataan itu dia utarakan usai mengumumkan Mulyadi dan Ali Mukhni sebagai jagoan dalam Pilgub Sumbar, Rabu (2/9/2020).


"Seperti saya melihat Sumatera Barat, saya pikir kenapa ya rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDIP?" kata Megawati.


Dia juga mengaku bingung mengapa kader PDIP sangat sulit untuk menjadi pejabat di Provinsi Sumbar. 


Menurut Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai wajar kalau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sulit merebut hati masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). 


Menurutnya, Sumbar merupakan wilayah agamis dan kuat dalam konteks pengamalan ajaran Islam.


"PDIP itu dikesankan atau terkesan partai nasionalis yang tak terlalu "ramah" dengan Islam," kata Ujang Komarudin.


Dia melanjutkan, ada beberapa kader partai berlogo kepala banteng moncong putih itu yang mengecam tokoh-tokoh Islam, seperti Dewi Tanjung dan lain-lain. 


Dia mengatakan, wajar bila kondisi itu membuat masyarakat dan tokoh Sumbar tidak menaruh simpati pada PDIP. [Democrazy]