Breaking

logo

29 Juli 2022

Pengakuan Bharada E Beri Tembakan Terakhir Pastikan Brigadir J Tewas

Pengakuan Bharada E Beri Tembakan Terakhir Pastikan Brigadir J Tewas

Pengakuan Bharada E Beri Tembakan Terakhir Pastikan Brigadir J Tewas

DEMOCRAZY.ID - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menguak sejumlah fakta baru mengenai penembakan yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. 


Dalam peristiwa ini diketahui Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas dengan luka tembak di tubuhnya. 


Diketahui, saat ini Komnas HAM tengah melakukan penyelidikan eksternal. Sejumlah saksi dan ajudan Ferdy Sambo pun sudah diperiksa.


Taufan mengatakan, berdasarkan pengakuan dari Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang sudah diperiksa beberapa hari lalu, dia mengakui telah menembak Brigadir J. 


Dia juga menjelaskan kronologi detik-detik penembakan terjadi.


"Pengakuan dari Bharada E, iya (menembak). Dia juga menjelaskan awal mula peristiwa ini terjadi. Ini versi Bharada E ya bukan versi Komnas HAM," ujar Taufan sperti dikutip dari Youtube Metro TV, Jumat 29 Juli 2022.


Taufan menambahkan, berdasarkan pengakuan Bharada E, peristiwa ini terjadi saat Bharada E yang baru tiba di rumah dinas Ferdy Sambo kemudian langsung ke lantai dua rumah itu. 


Berikut pengakuan lengkap Bharada E ke Komnas HAM yang diutarakan oleh Taufan:


Saat sampai tiba di rumah pribadi Pak Sambo yang juga terlihat di CCTV, mereka kemudian menuju ke rumah dinas untuk isoman. 


Setelah itu Bharada E naik ke atas ke lantai 2 masuk ke ruangan ADC ruang tidur dan bersih-bersih di situ. Tiba-tiba dia mendengarkan suara teriakan dari Istri Sambo.


Kemudian setelah dia mendengarkan teriakan itu dan menyebut namanya, lalu dia turun dari tangga lantai 2 ke bawah. 


Dia lihat Saudara Yosua kemudian dia bertanya dengan suara yang lebih kuat karena kaget. " Ada apa ini?" 


Kemudian dia menyaksikan Saudara Yosua mengarahkan senjata ke dia dan menembak. Setelah beberapa tembakan itu, dia ke belakang dan kemudian dia mengokang senjata dan menurut dia, kena tembakannya. 


Setelah itu masih adu tembak lagi sampai kemudian saudara Yosua ini tersungkur. Kemudian dia lihat secara lebih dekat dan kemudian dia menembak dua kali lagi untuk memastikan orang yang menyerang dia ini itu betul-betul bisa dilumpuhkan. Itu kesaksian dia sebagai terduga tindakan tembak menembak itu.


Seperti diketahui, beberapa aide de camp (ADC) atau ajudan Kadiv Propam Nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo telah dimintai keterangan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) hari ini Selasa 26 Juli 2022.


Keterangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dari pihak Komnas HAM terkait penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada Jumat 8 Juli 2022 lalu. 


Ajudan dari Irjen Ferdy Sambo telah dikonfirmasi kehadirannya termasuk Bharada E. [Democrazy]