Breaking

logo

12 Juli 2022

Parah! Sebut Nabi Muhammad Pedofil, Pendeta Saifuddin: Sejarah Sudah Membuktikan!

Parah! Sebut Nabi Muhammad Pedofil, Pendeta Saifuddin: Sejarah Sudah Membuktikan!

Parah! Sebut Nabi Muhammad Pedofil, Pendeta Saifuddin: Sejarah Sudah Membuktikan!

DEMOCRAZY.ID - Pendeta Saifuddin Ibrahim kembali berulah, dirinya menyampaikan pernyataan kontroversial tentang Nabi Muhammad SAW. 


Saifuddin Ibrahim menyebut bahwa Nabi Muhammad pedofil, bahkan untuk meyakinkan pendapatnya, dirinya menyebut pernyataan itu sudah dibuktikan sejarah. 


Tidak hanya itu, bahkan dirinya menyebut Nabi Muhammad membolehkan seseorang menyusui orang dewasa, dirinya menyampaikan itu dengan yakin.


Mulanya, Saifuddin Ibrahim memperlihatkan video Ustadz Felix Siauw yang sedang menyampaikan pendapatnya di salah satu acara stasiun televisi beberapa waktu lalu. 


Dalam video itu Felix Siauw membahas soal rasa cintanya kepada Nabi Muhammad SAW, bahkan menurutnya nyawa orang tua serta nyawa dirinya sendiri tidak lebih berharga dari Nabi Muhammad SAW.


Kemudian, Pendeta Saifuddin menentang pernyataan Ustadz Felix Siauw, dirinya menilai pemikiran sang ustadz itu salah. 


Bukan hanya menilai pemikirannya yang salah, pernyataannya justru merembet kepada sebuah hujatan, dirinya menyebut Nabi Muhammad Pedofil. 


Video itu disampaikan Pendeta Saifuddin melalui channel youtube pribadinya, dengan judul ‘Nama yang membawa sial di dunia adalah M, selamanya’ sebagaimana dilansir pada Senin, 11 Juli 2022.


“Oh Mamad (Muhammad) itu adalah contoh teladan yang bagus, begitu mulianya begitu agungnya, agung apaan? Agung bagaimana itu? Pedofil, pedofil!” ujar Saifuddin Ibrahim. 


“Bagaimana otak kebalik kaya gitu Felix?! Gabisa dipercaya yang kaya gitu, jangan kamu bawa pemikiran semacam itu! Lalu membenarkan keyakinanmu, kamu ini bukan habib bukan siapa, jelas pedofil kok, sejarah sudah membuktikan,” lanjutnya. 


“Supaya satu mahram dengan saya, boleh ga saya nyusu sama istri kamu?! Karena itu perintah bang Mamad (Muhammad), menyusui orang dewasa,” ujarnya menandaskan. [Democrazy/terkini]